Poin yang tak pernah dijelaskan dalam buku pelajaran itu, adalah persoalan Indonesia harus bayar utang kepada Belanda? Lho, utang apa?!
Ternyata Indonesia harus bayar utang kepada Belanda yang sudah mengeluarkan anggarannya untuk menggelar agresi atau aksi polisionil (menurut persepsi Belanda), sepanjang masa revolusi fisik 1945-1949!
Anggaran yang dikeluarkan Belanda, di mana dananya berasal dari Amerika Serikat (AS). Aliran dana dari Negeri Paman Sam dalam kerangka program bantuan Marshall Plan. Tentu ini jadi ironi tersendiri. Uang bantuan yang didapat Belanda dari AS untuk menembaki tentara republik dan rakyat sipil di Indonesia, dijadikan utang.
Utang sebagai imbalan pengakuan kedaulatan Indonesia. Pengakuan kedaulatan 27 Desember 1949 – bukan 17 Agustus 1945! Utang tersebut sekira berjumlah 4,5 miliar gulden. Indonesia pun setuju untuk memenuhinya dan itu bukan tanpa alasan.