Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

NEWS STORY: Pertempuran Berdarah 5 Hari di Semarang dalam Balutan Teatrikal

Randy Wirayudha , Jurnalis-Sabtu, 05 November 2016 |08:15 WIB
NEWS STORY: Pertempuran Berdarah 5 Hari di Semarang dalam Balutan Teatrikal
Teatrikal Pertempuran 5 Hari Semarang (Foto: Capture YouTube)
A
A
A

Tensi di Semarang meningkat setelah terjadi peristiwa kaburnya 400 tawanan serdadu Jepang pada 14 Oktober 1945. Tidak hanya kabur, mereka juga menyerbu delapan Polisi Istimewa atau PI (cikal bakal Brimob Polri) di Reservoir Siranda dan melucuti senjatanya.

Sementara itu, tokoh kedokteran di Semarang, Dokter Kariadi, tengah melakukan penyelidikan di Reservoir Siranda karena ada isu bahwa Jepang sudah menebar racun ke penampungan air di kawasan Candilama tersebut.

Tapi sebelum sampai ke lokasi, mobil yang dikendarai Dr Kariadi dengan dikawal beberapa Tentara Pelajar (TP), dicegat dan ditembaki. Dr Kariadi sempat coba dilarikan ke Rumah Sakit Purusara (kini, Rumah Sakit Dr Kariadi), tapi nyawanya tak tertolong.

Meninggalnya Dr Kariadi itu tak pelak jadi klimaks ketegangan antara pemuda dengan Kidobutai. Sehari setelah Dr Kariadi ditembaki, satu batalion (sekira 1.000 tentara) Pasukan Kidobutai kembali bergerak mengepung Kota Semarang. Bahkan mereka turut mengikutsertakan warga-warga sipil asal Jepang.

Pertahanan pejuang di daerah Jatingaleh dan Gombel pun sukses diterobos Jepang pada 18 Oktober atau tiga hari sejak pecahnya pertempuran. Namun sehari kemudian, datang perwakilan sekutu dan pemerintah RI, untuk “memaksakan” gencatan senjata.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement