Ribuan Warga Italia Pilih Pulang Kampung jika Terjadi Brexit

Silviana Dharma, Okezone · Sabtu 12 November 2016 12:40 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 12 18 1539696 ribuan-warga-italia-pilih-pulang-kampung-jika-terjadi-brexit-5NavUolrS1.jpg Ilustrasi. Grafik Diaspora Italia di Inggris. (Foto: dok. Konsulat Italia di London)

LONDON – Warga Italia merupakan populasi asing kedua terbanyak yang tinggal di Inggris, setelah Jerman. Sedikitnya ada 5.000 warga Italia dari kalangan akademisi yang bekerja di sana.

Kini eksistensi mereka terancam bubar dari Negeri Tiga Singa dengan adanya Brexit atau Britain Exit yang merupakan langkah Inggris Raya untuk keluar dari Uni Eropa. Hal itu dikatakan oleh seorang profesor asal Italia yang bekerja di Inggris dalam surat yang dilayangkannya kepada Perdana Menteri Italia Matteo Renzi.

Sang profesor menegaskan Brexit akan menjadi tanda bagi segenap warga Negeri Piza untuk berbondong-bondong pulang kampung. Dengan syarat, PM Renzi bisa membuat reformasi kebijakan yang lebih baik untuk pendanaan kegiatan akademis.

Sebagaimana diketahui dari Express, Sabtu (12/11/2016), kurangnya perhatian pemerintah Italia dalam hal membiayai penelitian di kampus-kampus memicu emigrasi besar-besaran para akademisi cerdasnya ke Inggris. Kebanyakan akademisi Italia tersebut mengabdikan diri di universitas milik Russell Group, seperti Oxbridge serta London School of Economics and Imperial College.

Akan tetapi, sekarang para akademisi tersebut ingin “balik badan” ke negaranya melihat situasi di Inggris yang mencekam akibat Brexit. Sebab jika Inggris jadi keluar dari Uni Eropa, status keimigrasian mereka akan terancam.

“Niat Inggris Raya untuk keluar dari UE dapat berdampak serius pada bidang pengajaran dan penelitian ilmiah. Brexit bisa jadi kesempatan emas bagi Italia, jika pemerintah memiliki keberanian untuk mengambil langkah reformasi yang radikal,” tulis anggota Persekutuan Ilmuwan Italia di Inggris (Aisuk) kepada PM Renzi.

Sekira 50% dari profesor Italia di Inggris mengajarkan ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan. Sementara 25% lainnya bekerja di bidang teknik, ilmu fisika, dan kimia. Sisanya menjadi akademisi di fakultas-fakultas kedokteran, biologi, dan ilmu alam lainnya.

“Ada banyak akademisi Italia yang sukses di Inggris. Kemampuannya diakui di dalam negeri hingga dunia. Ini berarti, pelajaran dan pelatihan pertama yang diterima dari Italia sudah sangat bagus,” pungkasnya.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini