Jelang Brexit, Pemimpin Skotlandia Desak Referendum Kemerdekaan Baru

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 14 Maret 2017 01:18 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 14 18 1641926 jelang-brexit-pemimpin-skotlandia-desak-referendum-kemerdekaan-baru-WlImKQsz9Q.jpg Pimpinan SNP, Nicola Sturgeon. (Foto: Reuters)

LONDON – Seiring dengan semakin dekatnya realisasi keluarnya Inggris dari Uni Eropa (UE), perwakilan Skotlandia kembali mengajukan diadakannya referendum untuk pemisahan diri. Nicola Sturgeon dari Scottish National Party (SNP) mendesak referendum tersebut diadakan pada akhir 2018 sampai awal 2019, sebelum Inggris keluar dari UE.

“Jika Skotlandia memiliki pilihan, saat istilah Brexit diketahui tetapi sebelum semuanya terlambat pilih jalannya sendiri, maka pilihan itu harus diberikan antara musim gugur tahun depan, 2018 dan musim semi 2019,” kata Sturgeon sebagaimana dilansir dari Reuters, Selasa (14/3/2017).

Tuntutan dari Sturgeon itu disampaikan saat Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May meluncurkan proses Brexit. Sebagian besar warga Skotlandia menyatakan tidak setuju dengan rencana Brexit sejak digulirkan pada referendum Juni 2016.

Pada akhirnya Parlemen Inggris di Westminster yang membuat keputusan apakah akan menyetujui tuntutan Sturgeon atau tidak. Namun, PM May menolak untuk menyetujui referendum yang menurutnya akan menyebabkan krisis konstitusi dan menimbulkan perpecahan di Skotlandia.

Pada referendum pertama yang diadakan September 2014, 55 persen warga Skotlandia memutuskan untuk tetap bergabung dengan Inggris Raya. Uniknya, sejak saat itu juga politik Skotlandia dan dukungan terhadap SNP yang memperjuangkan kemerdekaan wilayah berpenduduk 5,3 juta jiwa itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini