Share

"Curhat" Pertama Hillary Clinton Pascakalah Pilpres AS

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Kamis 17 November 2016 11:44 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 17 18 1543819 curhat-pertama-hillary-clinton-pascakalah-pilpres-as-Kn7zHnKNRt.jpg Hillary Clinton dalam kegiatan tahunan Children's Defense Fund. (Foto: AFP)

WASHINGTON - Hillary Clinton mengungkapkan kekecewaannya setelah kalah dari Donald Trump. Ini adalah kemunculan perdana Hillary pasca-pemilihan presiden Amerika Serikat (pilpres AS), 8 November.

"Saya hanya ingin meringkuk (di tempat tidur)," ujar Hillary, seperti dilansir Telegraph, Kamis (17/11/2016).

Ibu satu anak itu mengaku, tidak ingin keluar rumah setelah dinyatakan kalah dari rivalnya di Partai Republik tersebut pada Pilpres AS 2016. Meski Hillary mengantongi suara popular (popular vote) lebih banyak, Trump memenangi suara di berbagai negara bagian kunci sehingga unggul dalam electoral vote. Kemenangan Trump sendiri tidak diperkirakan sebelumnya.

"Saya akui, tidak mudah datang ke sini malam ini. Selama pekan ini, rasanya saya hanya ingin meringkuk dan membaca buku bagus tanpa harus keluar rumah lagi," ungkap Hillary saat menyampaikan pidato di kegiatan tahunan Children's Defense Fund, sebuah organisasi advokasi anak-anak yang didirikannya saat ia memulai karier dalam bidang hukum.

Hillary tidak menyebut nama Trump satu kali pun dalam pidatonya. Pekan lalu ia menyatakan kepada publik Amerika agar memberikan pengusaha besar itu kesempatan untuk memimpin setelah memenangi Pilpres AS 2016.

"Saya tahu ini tidak mudah. Saya tahu selama sepekan terakhir banyak orang bertanya pada diri sendiri apakah Amerika adalah negara yang selama ini mereka bayangkan. Tetapi dengarkan saya, Amerika amat berharga," tuturnya.

Pekerjaan pertama Hillary setelah lulus dari sekolah hukum pada 1970-an adalah di organisasi Children's Defense Fund. Ia kemudian menjadi pengacara dan ketua dewan organisasi tersebut.

Selama kampanye Pilpres AS 2016, Hillary menyebut pekerjaannya di organisasi tersebut adalah "bintang petunjuk", yang telah menyalakan minatnya dalam memperjuangkan ketidakadilan di kelompok anak-anak dan keluarga. Pada Rabu 16 November malam, ia mendesak para hadirin dalam kegiatan tersebut untuk terus mendukung anak-anak tidak beruntung.

Pada Minggu 13 November, Hillary menyalahkan Direktur Biro Investigasi Federal AS (FBI) James Comey sebagai salah satu penyebab kekalahannya dalam Pilpres AS 2016. Beberapa hari sebelum pemungutan suara, Comey mengumumkan kebijakan untuk membuka kembali penyelidikan atas skandal kecerobohan Hillary dalam menangani berbagai informasi rahasia negara.

Dalam sebuah konferensi via telefon dengan para pendonor sehari sebelumnya, Hillary menyebut intervensi Comey pada pilpres AS telah membalik "momentum"-nya dan meningkatkan pamor Trump di kalangan pendukungnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini