Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

NEWS STORY RAWAGEDE: Kisah Adul & Atung Berangkulan saat Dijemput Ajal

Randy Wirayudha , Jurnalis-Minggu, 27 November 2016 |08:27 WIB
NEWS STORY RAWAGEDE: Kisah Adul & Atung Berangkulan saat Dijemput Ajal
Patung berwarna emas sebagai pengingat kisah tragis Ibu Martem dan kedua anaknya, Adul dan Atung (Foto: Randy Wirayudha)
A
A
A

“Digedor Belanda, sekira satu jam enggak keluar-keluar mereka. Rumahnya pun dibakar dan ketika hampir habis (hangus) semua rumahnya, baru bapaknya lari keluar diikuti ibunya. Nah, Atung dan Adul juga kemudian lari saat Belanda mengejar bapaknya,” imbuhnya.

Ditambahkan Sukarman, kala itu dua anak baru gede (ABG) itu ikut diuber Belanda, setelah Belanda menembak mati ayahnya. Adul yang saat itu baru 17 tahun dan Atung dua tahun lebih muda, ikut tertangkap di tepian sungai.

“Setelah membunuh ayahnya, Belanda mengejar Adul dan Atung. Pas dipinggir kali ditangkap dan pas mau dibantai, mereka berangkulan. Meninggallah keduanya, dihanyutkan Belanda ke kali,” sambung Sukarman.

Ibu Martem yang selamat dari pembantaian itu, mengerahkan keluarganya yang tersisa untuk mencari kedua anaknya. Baru empat hari berselang, Adul dan Atung ditemukan di sebuah tepian sungai.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement