“Pas diangkat (dari sungai), ternyata mereka masih berangkulan. Makanya diabadikan (dengan patung), ada ibu yang merangkul kedua anaknya,” lanjutnya lagi.
Itu hanya secuplik kisah korban peristiwa Rawagede, di mana 431 orang jadi korban. Pun begitu, hanya 181 makam yang ada di belakang monumen.
“Makam di sini ada 181 dari 431 korban. Yang dimakamkan di sini justru yang sebelumnya dikubur dekat rumah keluarga masing-masing. Sementara yang dibantai di pinggir kali, ya dikuburkan dekat situ. Enggak dipindahkan juga, karena tidak ada yang tahu nama-namanya,” papar Sukarman.
“Setelah peristiwa, banyak yang menguburkan sendiri dari keluarganya. Dikubur pakai bedog (golok), cuma setengah meter (liangnya). Dibungkusnya pakai kain seprai, pakai kelambu, (penutup) jendela, tapi enggak ada yang nyembayangin (menyalati). Dikubur begitu aja,” tandasnya.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.