Menkominfo Kunjungi Lokasi Akses Internet di Morotai

Rabu 30 November 2016 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 30 542 1555168 menkominfo-kunjungi-lokasi-akses-internet-di-morotai-thbRH0k6io.JPG Ilustrasi akses internet (Foto: pamf.org)

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) pada Senin, 21 November 2016 lalu, mengunjungi lokasi akses internet di SMPN 5 Morotai yang terletak di Desa Sakita, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara.

Akses internet di lokasi tersebut dibangun melalui Kewajiban Pelayanan Universal atau Universal Service Obligation (KPU/USO). Lokasi yang terletak di SMPN 5 merupakan salah satu dari 1.656 lokasi yang telah dibangun selama 2016 oleh Kemenkominfo.

Dalam kunjungannya, Menteri Kominfo Rudiantara sempat mencoba akses internet di lokasi. Menurutnya kecepatan bandwith rata-rata di lokasi tersebut memiliki 2 Mbps. Meski begitu, ia mengatakan bahwa dengan kecepatan 2 Mbps dirasa cukup untuk melakukan browsing, unggah dan unduh.

"Akses internet yang dibangun menggunakan dana USO memiliki kapasitas bandwidth rata-rata 2Mbps. Kapasitas tersebut dirasa cukup untuk melakukan selancar, pengunduhan dan pengunggahan," ungkap pria yang akrab disapa Chief RA tersebut.

Ia pun berharap di 2019 nanti, akan terdapat 4.000 lokasi akses internet yang tersebar di sekolah, dan fasilitas layanan umum seperti puskesmas, lokasi turis, dan lainnya. Hal itu sesuai dengan rencana strategis dari Kemenkominfo selama periode 2015 hingga 2019.

"Sesuai dengan rencana strategis Kementerian Komunikasi dan Informatika 2015-2019, saya berharap pada tahun 2019 sudah terbangun 4.000 lokasi tersebar di sekolah, fasilitas layanan umum seperti puskesmas, lokasi turis dan lainnya," imbuhnya.

Penyediaan akses internet sendiri merupakan atas penggunaan dana KPU/USO yang dikelola oleh Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) yang diimplementasikan melalui kerja sama BP3TI, Pemda, serta perusahaan penyedia jasa akses internet.

Adapun mekanisme yang ditempuh adalah melalui sistem sewa layanan di mana BP3TI membiayai sewa layanan akses internet, pemerintah daerah atau kementerian memberikan usulan lokasi serta komitmen dalam implementasi. Sedangkan penyedia jasa layanan internet menyediakan bandwith sesuai pengadaan.

Dengan adanya internet di daerah minim fasilitas telekomunikasi dan informatika, Rudiantara berharap dapat menciptakan peluang berkembangnya bisnis e-dagang dan memajukan industri teknologi digital di Indonesia.

"Indonesia menyimpan potensi industri digital yang jika dipadukan dengan sumber daya dan budaya yang beranekaragam, maka dapat menjadikan Indonesia sebagai The Digital Energy of Asia," ungkap Rudiantara.

Sementara itu, BP3TI dan Kemenkominfo menargetkan akses internet akan terbangun di 1.600 lokasi di Indonesia terutama di wilayah yang belum memiliki akses. Pembangunan 1.600 lokasi ditargetkan selesai pada Desember 2016.

Di kawasan Provinsi Maluku Utara, total penyediaan akses internet melalui KPU/USO mencakup 74 lokasi, yang salah satunya di SMPN 5 Sakita, Morotai Selatan.

(hth)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini