“Jabatan ini sudah terlalu lama membuatnya menunggu dalam kesendirian setiap malam. Jadi ini waktu yang tepat bagi saya untuk pulang ke rumah,” cetusnya.
Anak-anaknya, Max dan Stephie juga sehati sepikir dengan ibunya. Key mengungkap, mereka bertumbuh di lingkungan pemerintahan dan hal itu menjadi rintangan terbesar sepanjang hidup mereka. Sebab mereka harus mencerminkan hidup sebagai keluarga nomor satu di Selandia Baru.
Ia ingat bagaimana dulu dia harus menjawab pertanyaan publik soal pilihan karier putranya sebagai DJ. Belum lagi tentang pesan-pesan yang diunggah anak itu di media sosial. Dia ingin anak-anaknya hidup tanpa tekanan yang selama ini datang karena nama besar ayahnya.
Menghabiskan waktu bersama keluarga kini menjadi prioritas baginya. Key percaya perdana menteri yang berhasil adalah mereka yang bisa menunjukkan kepemimpinannya dalam bentuk lain yang lebih baik.
“Waktu yang akan menilai apakah saya sudah menjadi pemimpin semacam itu. Saat ini yang bisa saya katakan adalah saya sudah melakukan yang terbaik yang saya mampu. Saya tidak menyisakan beban apa pun,” tutupnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.