WARGA Kota Augsburg, Jerman, geger saat 1,8 ton bom peninggalan Perang Dunia II ditemukan di sekitar rumah mereka. Demi keamanan, 50 ribu orang pun dievakuasi dari kediamannya saat bom-bom tersebut dijinakkan Kepolisian Jerman.
Ini adalah evakuasi warga terbesar di Jerman semenjak berakhirnya PD II terkait temuan bom yang belum meledak. Sekira 1,8 ton bom ini diduga milik angkatan bersenjata Inggris serta dijatuhkan dalam serangan udara 1944 yang menghancurkan sebagian kota tua Augsburg.
Kepolisian Jerman belakangan mengumumkan bahwa proses penjinakan bom berjalan sesuai yang diinginkan. Para pejabat kota itu mengatakan, evakuasi warga sengaja dilakukan saat hari Natal karena dianggap lebih mudah ketimbang saat hari normal.
Bom-bom itu ditemukan selama ada pekerjaan konstruksi di kota itu pada Selasa lalu. Wali kota Augsburg, Kurt Gribi, dalam video yang diunggah di akun Twitter miliknya, menyerukan "Setiap orang untuk memastikan keluarga, orang tua dan teman-temannya agar tinggal sementara di luar zona yang sudah ditetapkan."
Pihak berwenang yakin bahwa kebanyakan orang dapat tinggal di kediaman teman atau keluarganya, tetapi sebagian lainnya dievakuasi di tempat penampungan sementara di sekolah dan di gedung olahraga. Kebanyakan orang Jerman merayakan Natal pada 24 Desember, dan bukan pada 25 Desember.
Temuan bom peninggalan PD II di Jerman sebelumnya pernah terjadi di kota Koln pada tahun lalu, sehingga sekira 20 ribu warga kota itu harus dievakuasi selama proses penjinakan bom tersebut.
Pada Januari 2012 lalu, seorang pekerja bangunan tewas ketika sebuah bom meledak di kota Euskirchen saat melakukan penggalian. Dan pada Desember 2011, 45 ribu orang dievakuasi dari kota Koblenz setelah dua bom ditemukan di dasar sungai Rhine. Butuh waktu tiga jam untuk menjinakkan bom aktif tersebut.
Enam tahun lalu, yaitu pada Juni, tiga anggota tim penjinak bom tewas di kota Goettingen selama operasi menjinakkan bom yang ditemukan di sebuah bangunan.
(Rifa Nadia Nurfuadah)