OKTOBER lalu, seorang karyawati cantik di perusahaan periklanan Jepang, Dentsu, Matsuri Takahashi bunuh diri karena dipaksa lembur hingga ratusan jam. Imbas kejadian ini, sang bos mundur dari jabatannya.
Tadashi Ishii, yang memimpin Dentsu sejak 2011, berkata dia akan mundur pada Januari. "Ini sesuatu yang tidak diperbolehkan terjadi," ujarnya.
Matsuri Takahashi, 24, loncat bunuh diri karena dipaksa lembur pada Desember 2015 dan dalam sebuah pesan yang ditinggalkan ke ibunya, dia bertanya: "Mengapa hidup begitu keras?"
Takahashi mulai bekerja di Dentsu pada April 2015 dan bekerja lembur sebanyak 100 jam setiap bulan.
Sejak insiden itu, Dentsu dituntut untuk mengurangi jumlah waktu lembur para pegawainya dan pada September pemerintah Jepang memutuskan kematian Takahashi disebabkan terlalu banyak bekerja. Takahashi sering pulang ke rumah pukul 05.00 pagi setelah seharian bekerja di kantor.
Guna memastikan Dentsu mematuhi aturan, November lalu perusahaan tersebut dirazia badan ketenagakerjaan Jepang.
Dentsu mengklaim berusaha mengurangi lembur para pegawainya - dengan mematikan lampu di markas pada pukul 22.00 malam. Namun, mereka mengakui bahwa lebih dari 100 pegawai mereka masih lembur hingga 80 jam sebulan.
Kematian akibat keletihan di Jepang begitu umum sehingga ada sebuah kata, yaitu 'karoshi' untuk mendeskripsikannya. Berdasarkan data pemerintah, sekira 2.000 orang bunuh diri setiap tahunnya akibat terlalu banyak bekerja.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.