Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

NEWS STORY: Ternyata Belanda Pernah Mau Bikin Jalur Commuter Line Seluruh Jawa

Randy Wirayudha , Jurnalis-Minggu, 08 Januari 2017 |16:08 WIB
NEWS STORY: Ternyata Belanda Pernah Mau Bikin Jalur Commuter Line Seluruh Jawa
Kereta Listrik di Zaman Belanda yang hanya menjangkau Jabodetabek (Foto: Wikipedia)
A
A
A

SAAT ini jika kita ingin ke luar kota dengan transportasi Kereta Api (KA), yang kita naiki rangkaiannya takkan sama dengan kereta listrik (KRL) semacam Commuter Line. Lokomotif dan gerbong-gerbongnya digerakkan dengan tenaga diesel.

Tapi tahukah Anda bahwa sebelumnya ketika Belanda masih menjajah negara kita yang masih bernama Hindia Belanda, mereka pernah punya visi besar untuk menyambungkan berbagai jaringan rel di Pulau Jawa dengan KRL. Gokil!

Belanda sendiri melalui sebuah perusahaan KA swasta, Nederlands-Indische Spoorweg Maatshappij (NIS), sudah merintis pembangunan jalur rel pertama pada 17 Juni 1864. Rute yang dibuka adalah antara Desa Kemijen-Desa Tanggung sepanjang 26 km yang rampung dan dibuka secara resmi pada 10 Agustus 1867.

Kemudian rute Semarang-Tanggung turut dibuka dan tiga tahun berselang (1870), jalur itu disambungkan hingga ke Surakarta yang totalnya sepanjang 110 km. Sementara itu, stasiun besar pertama dibangun Belanda di Semarang yang kini jadi Stasiun Semarang Tawang pada 1873.

NIS juga membuka jalur dari Batavia (kini Jakarta) ke Bandung via jalur selatan, yakni Batavia-Bogor-Bandung. Sementara itu di saat yang hampir bersamaan, perusahaan KA swasta lainnya, BOS (Bataviasche Oosterspoorweg Maatschapij), turut membangun jaringan juga dari Batavia ke Bandung via jalur utara melewati Cikampek-Karawang.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement