Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

NEWS STORY: Ternyata Belanda Pernah Mau Bikin Jalur Commuter Line Seluruh Jawa

Randy Wirayudha , Jurnalis-Minggu, 08 Januari 2017 |16:08 WIB
NEWS STORY: Ternyata Belanda Pernah Mau Bikin Jalur Commuter Line Seluruh Jawa
Kereta Listrik di Zaman Belanda yang hanya menjangkau Jabodetabek (Foto: Wikipedia)
A
A
A

Tapi karena jalur utara lebih disukai lantaran lebih cepat ketimbang jalur selatan, NIS mulai minim peminat dan mengalami kerugian. Akhirnya semua aset NIS dijual ke Staatspoorwegen (SS), maskapai KA pemerintah Hindia Belanda.

“Saat NIS merugi, jalur-jalur mereka dijual ke SS pada 1913. SS juga kemudian membeli BOS, sampai pada akhirnya SS mengawali inventarisasi dua stasiun besar pertama mereka di Batavia,” ujar Adhitya Hatmawan, pemerhati sejarah KA yang juga eks pegawai kontrak PT KAI Divisi Heritage kepada Okezone.

Berangkat dari penguasaan jalur-jalur itu, Belanda juga kemudian berniat mengganti semua kereta uap mereka jadi KRL. Baik untuk rute-rute Jakarta, maupun luar kota hingga ke Bandung, Semarang, Yogyakarta dan Surabaya.

“Kalau memang tidak ada malaise, resesi ekonomi itu, Belanda ingin mengelektrivikasi seluruh jalur kereta. Semua jalur ke luar kota bisa (dilintasi) KRL kalau enggak ada malaise itu,” lanjutnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement