Protes Patung Jugun Ianfu, Diplomat Jepang Tinggalkan Korsel

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Senin 09 Januari 2017 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 09 18 1586486 protes-patung-jugun-ianfu-diplomat-jepang-tinggalkan-korsel-SmuNnrW2WO.jpg Patung jugun ianfu yang didirikan di depan Konsulat Jenderal Jepang di Busan, Korsel (Foto: Ahn Eun-na/Reuters)

SEOUL – Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang untuk Busan, Yasuhiro Morimoto, terbang dari Korea Selatan (Korsel) menuju Tokyo pada pagi waktu setempat. Ia meninggalkan Korsel setelah Jepang memutuskan untuk menarik diplomatnya pada Jumat 6 Januari 2017 sebagai bagian dari protes Negeri Matahari Terbit atas berdirinya patung jugun ianfu di depan Konjen Busan.

Yasuhiro Morimoto kembali ke Jepang lewat Bandara Internasional Gimhae, Busan dengan penerbangan pertama. Seperti diwartakan Yonhap, Senin (9/1/2017), Duta Besar (Dubes) Yasumasa Nagamine juga akan meninggalkan Negeri Ginseng pada siang waktu setempat. Bersama dengan Morimoto, keduanya dipanggil kembali oleh Tokyo sebagai bentuk protes.

Jepang langsung menarik dua orang diplomatnya untuk sementara waktu setelah aktivis di Korsel mendirikan patung tersebut. Jugun ianfu adalah sebutan bagi para perempuan dari Korsel, China, Filipina, Indonesia, dan negara-negara lainnya yang dipaksa bekerja di rumah-rumah bordil militer Jepang selama Perang Dunia II.

Masalah tersebut sejak lama menjadi penghambat hubungan Jepang dengan negara-negara asal para perempuan yang menjadi korban praktik tersebut. Pada Desember 2015, Tokyo dan Seoul sepakat bahwa isu jugun ianfu akan diselesaikan jika semua persyaratan dalam perjanjian dipenuhi. Salah satunya adalah Jepang diharuskan meminta maaf dan memberikan biaya untuk membantu para korban yang pernah dijadikan jugun ianfu selama pendudukannya di Korsel.

Jepang menganggap pendirian patung di Busan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan yang diteken dengan Korsel. Jepang juga sudah berulang kali meminta agar patung yang sama dipindahkan dari Kedutaan Besar (Kedubes) di Seoul. Akan tetapi, Korsel beralasan pendirian patung oleh aktivis itu di luar kuasa pemerintah.

Selain menarik dubes dan konjen, Jepang juga menunda dialog ekonomi tingkat tinggi dan perjanjian pertukaran mata uang dengan Korsel. Para pengamat yakin kepergian para diplomat Jepang dari Korsel tidak akan berlangsung lama. Kendati demikian, kembalinya kedua diplomat tersebut ke tempatnya bertugas, sepenuhnya bergantung pada perkembangan diplomatik kedua negara.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini