Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KISAH: Perempuan Pembebas 300 Budak Afrika Amerika

Rifa Nadia Nurfuadah , Jurnalis-Jum'at, 27 Januari 2017 |07:08 WIB
KISAH: Perempuan Pembebas 300 Budak Afrika Amerika
Harriet Tubman, pejuang kemerdekaan para budak Afrika Amerika. (Foto: Vintage News)
A
A
A

DUA ratus tahun lalu, tanah Amerika masih lekat dengan budaya perbudakan. Korbannya, kaum kulit hitam. Ibarat komoditas, mereka diperjualbelikan. Sering kali para budak ini juga tidak diperlakukan layak dan disiksa secara fisik maupun psikologis.

Meski demikian, ada satu budak yang menolak diperlakukan semena-mena. Bahkan, ia menjalani hidup sebagai pembela hak-hak para budak. Ia adalah Harriet Tubman.

Harriet Tubman terlahir sebagai Araminta Ross pada 1822 di Dorchester County, Maryland. Sejak kecil, ia sudah tinggal dan bekerja di perkebunan tempat kedua orangtuanya mencari nafkah.

Ketika remaja, Araminta memblokade jalan masuk untuk menghalangi masuknya pemilik budak yang sedang marah. Si majikan kemudian melempar besi dan mengenai kepala Araminta. Tak hanya menyakitinya, tindakan si majikan membuat Araminta menderita hipersomnia hingga akhir hayatnya. Kondisi medis ini membuat seseorang terus merasa mengantuk sepanjang hari.

Araminta mengganti namanya menjadi Harriet Tubman setelah ia menikah dengan John Tubman.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement