Total terhitung ada enam ruangan di rumah besar ini. Selain serambi depan, ada ruang tamu, ruang tidur, ruang makan dan dapur, serta serambi belakang. Beberapa di antara perabotan itu ada yang tertulis “sumbangan (budayawan Betawi) Ridwan Saidi”, serta beberapa pihak lainnya.
Rumah panggung besar ini berdiri di atas lahan 700 hektare dan berdasarkan Perda DKI Jakarta Nomor 9 Tahun 1999, ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya (BCB), di bawah naungan Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta Dinas Pariwisata dan Budaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Di salah satu ruangan rumah itu juga terdapat silsilah dan “biografi singkat” Si Pitung itu sendiri. Disebutkan bahwa Si Pitung sendiri bukan orang Marunda, melainkan asalnya dari Rawa Belong (kini Jakarta Barat).
Sejak kecil, Si Pitung belajar ngaji dan silat dari H Naipin. Penyebutan Si Pitung itu pahlawan dan suka menolong, sedianya dianggap Beny sedikit berlebihan.