Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KISAH: Saat Saudara Pembunuh Abraham Lincoln Justru Menyelamatkan Anaknya

Rifa Nadia Nurfuadah , Jurnalis-Jum'at, 03 Februari 2017 |07:04 WIB
KISAH: Saat Saudara Pembunuh Abraham Lincoln Justru Menyelamatkan Anaknya
Robert Todd Lincoln, putra pertama Presiden ke-14 AS, Abraham Lincoln. (Foto: Vintage News)
A
A
A

Ironisnya, ayah Robert, Abraham Lincoln dibunuh oleh saudara laki-laki Edwin, John Wilkes Booth saat menonton pertunjukan teater. Nyatanya, meski bersaudara, kedua pria ini amat berbeda. John menganut ideologi separatis, sedangkan Edwin amat mendukung Lincoln dan gagasan persatuan Amerika.  

Edwin dikenal sebagai pemain teater kawakan untuk berbagai lakon Shakespeare. Bakat ini nampaknya turun dari ayahnya yang juga pemain teater, Junius Brutus Booth.  

Sukses sebagai aktor, Edwin lantas mendirikan "Teater Booth" di New York, pada 1869. Kala itu, ini adalah gedung pertunjukan teater modern. Edwin sendiri kerap bepergian keliling Amerika dan Eropa.


Edwin Thomas Booth. (Foto: Vintage News)

Sayangnya, kesuksesan Edwin cepat meredup lantaran tindak kriminal yang dilakukan saudaranya itu.  Sejarah mencatat, banyak perselisihan antara keduanya, dan mungkin cukup berhubungan dengan pembunuhan Lincoln.

Dalam beberapa kesempatan, sang ayah, Junius, dan kedua anaknya berlakon dalam drama Julius Caesar pada 1864. Diklaim sebagai pertunjukan termegah pada masa itu, pementasan dihelat di Winter Garden Theater, New York. Edwin dipilih menjadi pemeran utama, sehingga membuat John gundah.  


John, Edwin dan Junius dalam pementasan Julius Caesar pada 1864. (Foto: Vintage News)

Fakta bahwa Edwin mendukung Lincoln menyulut lebih banyak api kecemburuan dan kemarahan John. Ditambah lagi, John juga kerap diremehkan keluarga sendiri. Kesemuanya ini menumbuhkan tekad John untuk membuat namanya dikenal, dengan cara yang amat mengerikan.  

Beberapa saat setelah John Wilkes Booth menembak Presiden Lincoln, dengan lagak penuh kemenangan, ia menaiki panggung Teater Ford dan berteriak, "Sic semper tyrannis!" yang berarti "(Kematian) Selalu untuk tiran!"

Perilaku teatrikal aneh ini dimaksudkan John untuk mengalahkan pamor saudaranya. Sekaligus, menunjukkan kepada keluarga apa yang bisa ia lakukan.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement