Robert Lincoln adalah satu-satunya anak yang Abraham Lincoln yang masih hidup. Penyelamatan dirinya oleh Edwin dan pembunuhan sang ayah jelas telah mengubah sejarah Amerika Serikat.
Anehnya lagi, Robert menjadi saksi mata saat Presiden James Abram Garfield dibunuh pada 1881. Ia juga ada di lokasi kejadian saat Presiden McKinley ditembak pada 1901. Tetapi, Robert menolak undangan untuk menonton di Teater Ford saat ayahnya terbunuh, akibat cemas karena takhayul.
Keputusan ini menghantui Robert Lincoln seumur hidupnya. Ia berpikir, John Wilkes Booth bisa jadi akan melewatinya mengingat kursinya di dekat pintu dan ia dapat mengenali John. Karena inilah, Robert menolak semua undangan, kecuali satu, saat ia diundang menghadiri peresmian Monumen Lincoln Memorial pada 1922.
Tindakan keji John Booth juga menghancurkan keluarganya sendiri. Reputasi mereka hancur tak tersisa. Para anggota keluarga dilanda masalah hanya karena mereka terkait dengan John.
Pembunuh Presiden AS Abraham Lincoln, John Wilkes Booth. (Foto: Vintage News)
Di saat yang sama, Edwin amat terpukul karena tidak memercayai semua yang terjadi. Ia terhanyut dalam depresi karena presiden yang dipilihnya justru kehilangan nyawa di tangan saudaranya sendiri. Edwin juga resah jika mengingat John harus dieksekusi untuk mempertanggungjawabkan tindakannya.
Seperti belum cukup menderita, kemalangan kembali menimpa Edwin. Keluarga tunangannya membatalkan rencana pernikahan mereka.