MENJELANG Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa (UE), Pemerintah Italia dan Libya mencapai kesepakatan untuk mencegah serta menghentikan arus imigran. Pencegahan tersebut khususnya ditujukkan untuk imigran asal Libya yang ingin masuk ke wilayah Eropa.
Kesepakatan tersebut masing-masing diwakili oleh Perdana Menteri Libya, Fayez Serraj dan Perdana Menteri Italia Paolo Gentiloni.
Sebagaimana diwartakan ITV, Jumat (3/2/2017), Gentiloni mengatakan kesepakatan tersebut hanya sebagian kecil dari rencana dan program yang lebih besar lagi dalam mencegah arus imigran. Ia juga menekankan bahwa EU harus membuat komitmen ekonomi guna menyukseskan rencana Italia dan Libya tersebut.
EU dalam upaya membantu menghentikan arus imigran telah menempatkan pasukan militernya di perairan internasional lepas pantai Libya. Pasukan tersebut ditugaskan untuk menangkap penyelundup manusia yang mencoba menyeberang lewat jalur laut.
Sementara Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengatakan kesepakatan penghentian imigran juga telah dibahas bersama dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Francois Hollande. Dari hasil pembicaraan tersebut, para pemimpin Eropa dilaporkan setuju untuk mendukung memorandum.