Italia dan Libya Capai Kesepakatan Terkait Krisis Imigran

Rufki Ade Vinanda, Okezone · Jum'at 03 Februari 2017 22:05 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 03 18 1609172 italia-dan-libya-capai-kesepakatan-terkait-krisis-imigran-PByYwBqoMn.jpg PM Italian, Paolo Gentoilono dan PM Libya, Fayez Serraj. (Foto: AP)

MENJELANG Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa (UE), Pemerintah Italia dan Libya mencapai kesepakatan untuk mencegah serta menghentikan arus imigran. Pencegahan tersebut khususnya ditujukkan untuk imigran asal Libya yang ingin masuk ke wilayah Eropa.

Kesepakatan tersebut masing-masing diwakili oleh Perdana Menteri Libya, Fayez Serraj dan Perdana Menteri Italia Paolo Gentiloni.

Sebagaimana diwartakan ITV, Jumat (3/2/2017), Gentiloni mengatakan kesepakatan tersebut hanya sebagian kecil dari rencana dan program yang lebih besar lagi dalam mencegah arus imigran. Ia juga menekankan bahwa EU harus membuat komitmen ekonomi guna menyukseskan rencana Italia dan Libya tersebut.

EU dalam upaya membantu menghentikan arus imigran telah menempatkan pasukan militernya di perairan internasional lepas pantai Libya. Pasukan tersebut ditugaskan untuk menangkap penyelundup manusia yang mencoba menyeberang lewat jalur laut.

Sementara Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengatakan kesepakatan penghentian imigran juga telah dibahas bersama dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Francois Hollande. Dari hasil pembicaraan tersebut, para pemimpin Eropa dilaporkan setuju untuk mendukung memorandum.

"Eropa dan Italia akan berbagi tanggung jawab terkait hal ini," ujar Tusk.

Tusk menambahkan, KTT Uni Eropa akan mampu membuka jalan untuk membentuk aksi kemanusiaan guna menyelamatkan kehidupan para imigran yang tidak memiliki kesempatan mendapat suaka di Eropa. Ia juga ingin negara anggota UE lebih tegas dalam menangani masalah imigran.

"Ini adalah satu-satunya cara untuk menghentikan kematian orang-orang di padang pasir dan di laut. Dan ini juga menjadi satu-satunya cara untuk mendapatkan kontrol atas migrasi di Eropa," tambah Tusk.

Pada 2016, sebanyak 364 ribu migran Libya tercatat menyebrang ke Eropa melalui jalur laut. Negara tujuan utama para migran tersebut adalah Italia dan Yunani. Sedangkan 5.083 orang dilaporkan tewas dalam perjalanan saat mencoba menyeberang lewat Laut Mediterania. (rav)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini