PONTIANAK - Jenazah Hadariah, tenaga kerja wanita (TKW) asal Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), akhirnya dimakamkan di pemakaman Muslim Masjid Mujahidin Sibu, Sarawak, Malaysia, pagi tadi. Keluarganya tak punya biaya memulangkan jasad Hadariah ke Indonesia.
"Jenazah Hadariah tidak jadi dibawa ke Indonesia. Keluarga sudah mempertimbangkan dan meminta dimakamkan di Sarawak," kata Staf Pelaksana Fungsi Konsuler I (Perlindungan WNI) KJRI Kuching, Ridwan Widjaya S kepada Okezone, Jumat (3/2/2017).
Hadariah sudah 10 tahun jadi TKW non prosedural di Sibu dan bekerja sebagai karyawan kedai kopi. Ia diketahui meninggal oleh kepolisian Sibu, setelah dilaporkan warga setempat pada 13 Januari 2017 pukul 22.11 waktu Malaysia.
Dalam laporan tersebut dikabarkan ada seorang perempuan yang telantar dan tak bernyawa dalam kamar sewaan. Setelah dicek identitasnya, diketahui bernama Hadariah, warga Indonesia. Jenazah Hadariah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum di Sibu.
Keluarga Hadariah diminta menyediakan uang Rp35 juta jika ingin memulangkan jasad TKW itu. Jika tak mampu memenuhi biaya tersebut, jasad akan dimakamkan di Malaysia. Itu pun tak gratis, butuh biaya senilai Rp9 juta.