KISAH: Matinya Vampir Terakhir di New England

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Senin 06 Februari 2017 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 04 18 1609579 kisah-matinya-vampir-terakhir-di-new-england-awifGbngJo.jpeg Drakula. (Foto: History)

WABAH tuberkolosis melanda New England pada abad ke-19. Dikenal dengan sebutan Consumption, wabah itu menyebar melalui Rhode Island dan wilayah lain di sekitarnya.

Merebaknya wabah ini juga dikenal dengan sebagai masa kepanikan vampir New England. Satu kasus terkenal adalah keluarga Brown, dan putri mereka Mercy Brown yang masih berusia 19 tahun. Insiden vampir Mercy Brown muncul pada 1892 ketika ia meninggal akibat penyakit tersebut.

Selama masa kepanikan, keluarga Browm tinggal di sebuah kota kecil Exeter. Pasangan suami-istri George dan Mary Brown adalah petani yang amat dihormati. Mereka pun terlihat seperti keluarga normal pada umumnya.

Keanehan dimulai saat Mary Brown meninggal dunia pada 1883. Dan pada 1888, si sulung, Mary Olive meninggal akibat penyakit yang sama. Setelah kematian beruntun tersebut, anak laki-laki keluarga Brown, Edwin jatuh sakit. Sang ayah berupaya sekuat tenaga untuk menyambung nyawa putranya. Sementara itu, Mercy meninggal akibat Consumption pada Januari 1892.

Artikel yang menjelaskan kepercayaan tentang adanya vampir di Rhode Island diterbitkan surat kabar Boston Daily Globe. (Foto: Vintage News)

Cemas akan simptom tuberkolosis yang begitu menyeramkan, warga setempat mulai memercayai bahwa penyakit ini dipengaruhi oleh mereka yang tak bisa mati alias vampir. Mereka menyimpulkan, salah satu iblisnya menghuni kuburan keluarga Brown. Mercy Brown pun disebut sebagai vampir yang mengambil nyawa seluruh keluarganya.

Pagi hari pada 17 Maret 1892, mayat sang ibu dan putri tertuanya digali dari kubur. Warga kemudian memutuskan, keduanya bukanlah vampir karena kondisi jenazah yang sudah terurai. Tetapi saat menggali kuburan Mercy, mereka menemukan jasadnya dalam kondisi sempurna.

Tidak ada pembusukan sedikit pun. Selain itu, letaknya juga berbeda dari saat ia dikuburkan. Para penggali kubur menemukan darah segar di jantungnya. Dengan segera, jantung Mercy dikeluarkan dari tubuhnya, lalu dibakar hingga menjadi abu di atas abu pemakaman.

Kuburan Mercy Brown. (Foto: Vintage News)

Sisa-sisa jantung Mercy kemudian dicampurkan dengan air dan diminumkan ke Edwin. Ayahnya berharap, abu dari 'jantung vampir' dapat menyembuhkan putranya itu. Sayangnya, ritual ini gagal. Edwin menghembuskan napas terakhir dua bulan kemudian.

Jenazah Mercy Brown disimpan di dalam peti dan ditimbun tanah pada musim dingin. Banyak ilmuwan modern meyakini, tubuhnya dalam kondisi sempurna karena suhu yang membekukan. Meski demikian, tidak ada yang dapat menjelaskan bagaimana posisinya bisa berubah.

Setelah dirusak, jasad Mercy kembali dikuburkan. Kali ini, Pemakaman Chestnut Hill di belakang Gereja Baptis di Exeter menjadi tempat peristirahatan terakhirnya. Legenda tentang Mercy Brown sendiri pun terus hidup selama berabad-abad setelah kematiannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini