Pemkab Blitar Selidiki Mie Instan Diduga Mengandung Minyak Babi

Solichan Arif, Koran SI · Sabtu 04 Februari 2017 04:45 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 04 519 1609321 pemkab-blitar-selidiki-mie-instan-diduga-mengandung-minyak-babi-03M3iqSpYd.jpg Foto: Ilustrasi

BLITAR - Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyelidiki peredaran mie instan impor tanpa label halal.

Hal itu menyusul keresahan masyarakat akan adanya kandungan minyak babi pada mie instan yang dimaksud.

Kabid Disperindag Sri Astuti mengatakan, telah menemukan produk makanan yang dicurigai itu di sebuah supermarket di wilayah Wlingi.

"Tapi kita belum tahu apakah mie instan itu yang dicurigai mengandung minyak babi atau tidak," ujar Sri Astuti kepada wartawan, Jumat 3 Februari 2017.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) cabang Kabupaten Blitar meminta masyarakat muslim mewaspadai peredaran produk makanan dan minuman impor tak berlabel halal. Ada dugaan makanan yang dimaksud, yakni mie instan telah mengandung minyak babi.

Menurut Sri, Astuti mie instan tersebut berasal dari Korea. Meski ditemukan di salah satu supermarket mie instan itu diduga telah beredar luas.

Petugas memutuskan mengambil langkah penyelidikan setelah melihat kemasan mie juga tidak memiliki konten bahasa Indonesia.

"Kendati demikian, secara resmi belum ada masyarakat yang membuat aduan ke kami," jelasnya.

Untuk memastikan ada tidaknya pelanggaran, Disperindag, tambah Sri Astuti, tengah berkoordinasi dengan dinas terkait lainya.

Juru Bicara MUI Kabupaten Blitar Jamil Mashadi meminta masyarakat khususnya umat Islam untuk lebih berhati-hati memilih makanan dan minuman di pasaran.

Terutama terhadap produk Impor Jamil berharap, masyarakat untuk lebih selektif lagi. "Sebab kita juga tahu dalam sidak ditemukan makanan impor yang tidak mencantumkan label halal. Pemerintah harus bisa memberi kepastian soal ini," ujarnya. (Ari)

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini