"Volumenya memang sudah diatur disesuaikan dengan kebutuhan tunanetra. Tunanetra itu suara serendah apapun dia lebih sensitif. Meski ini suaranya rendah, tapi terdengar oleh mereka karena ada rambatan suara, saya menyebutnya ada harmoni modulasi otak," jelasnya.
Adapun jangkauan suara musik yang keluar dari rambu itu bisa mencapai lebih dari 10 meter. Bahkan bagi yang pendengarannya lebih sensitif, mereka bisa mendengarkan musik itu dari jarak yang lebih jauh.
Dengan dipasangnya rambu suara, para siswa di lokasi diharapkan akan benar-benar mandiri. Sehingga mereka tidak perlu membutuhkan bantuan orang lain untuk menuju ke berbagai tempat di lokasi.
Ia pun berharap alat itu ditambah dan dipasang di lebih banyak titik. Tapi persoalan anggaran menjadi kendala sehingga saat ini jumlah alat belum bisa ditambah.
Ia bahkan berkeinginan kelak di seluruh wilayah di Kota Bandung terdapat rambu-rambu serupa. Sehingga ketika tunanetra berada di tempat umum tidak akan kesulitan karena terdapat patokan. Minimal di setiap belokan ada suara yang memberikan patokan agar tunanetra belok ke kiri atau kanan.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.