Mengingat kondisi Idjon Djanbi kian memburuk, tim dokter disebutkan sempat rapat, untuk melakukan dua kali operasi. “Dokter yang awalnya enggak tahu tentang bapak, sempat tanya pas anggota Kopassus berdatangan. Ini kenapa orang Belanda kok sampai dijaga Kopassus?,” sambung Heru.
“Tapi pas dikasih tahu, bahwa ini adalah Bapak Idjon Djanbi, tim dokter rapat pada malamnya yang intinya akan mengadakan operasi lagi. Kalau memang sembuh, ya sembuh. Kalau tidak, ya kita pasrah. Setelah operasi ketiga, selang seminggu kemudian, bapak udah enggak ada (meninggal),” lanjutnya.
“Tapi ada satu cerita sebelum beliau meninggal jam 5 sore itu. Kira-kira jam 3, bapak masih sempat marahin anggota (Kopassus yang berjaga di RS) karena pakai baretnya salah. Ditegur bapak itu karena pakainya asal saja. Ya baret kan hal sepele ya. Sama ibu juga dibilangin, ya sudahlah, biarkan saja. Tapi kata bapak, kalau salah ya harus dibenarkan,” tandas Heru.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.