Namun sekali lagi, perlu diketahui, Pocahontas hanya gadis kecil yang lugu dan cinta damai kala itu. Dia baru 11 tahun dan John Smith yang berumur 27 tahun bukan paedofil. Jadi walaupun mereka selanjutnya dekat, tetapi tidak terlibat jalinan asmara sama sekali.
Bicara soal asmara justru kisah Pocahontas agak miris. Jika dalam film, dia memutuskan memilih desanya dan jatuh cinta dengan Smith seorang, dalam kenyataan, Matoaka diculik dengan cara yang amat licik ketika usianya beranjak dewasa, 14 tahun. Pada masa itu, usia 14 tahun berarti seorang perempuan sudah siap untuk dinikahkan.
Sebelum diculik, Pocahontas sempat menikah dengan penjaga ayahnya, Kocoum. Namun segera ketika Powhatan menerima kabar kalau Pocahontas diculik, pernikahan mereka bisa dianggap selesai.
Penculik licik itu adalah Kapten Samuel Argall. Dia menculik Pocahontas setelah mengetahui kalau remaja itu adalah jantung hati ayah dan sukunya. Argall pun membujuk suku lain yang masih berkerabat dekat dengan Powhatan, Patawomeck, merancang perangkap untuk membawa kabur Pocahontas.
Sungguh malang, meski menyadari ada yang tidak beres ketika diajak berlayar, Pocahontas akhirnya terjebak juga. Penculikannya kemudian memudahkan jalan Inggris merampas segalanya dari suku Indian.
Pocahontas pernah menolong orang kulit putih yang justru datang untuk menjajahnya. Namun keserakahan orang lain menjatuhkannya ke jurang yang gelap. Setibanya di Henrico, Pocahontas diajarkan bahasa Inggris, agama Kristen dan kebudayaan Eropa.