Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

NEWS STORY: Kisah Pendiri Kopassus Idjon Djanbi Sering Bagi-Bagi Jas Hujan ke Pemetik Teh

Randy Wirayudha , Jurnalis-Sabtu, 18 Maret 2017 |10:08 WIB
NEWS STORY: Kisah Pendiri Kopassus Idjon Djanbi Sering Bagi-Bagi Jas Hujan ke Pemetik Teh
Rokus Bernardus Visser/Mochammad Idjon Djanbi & keluarga (Foto: Instagram @heru_djanbi)
A
A
A

KENDATI punya “saham” yang besar terhadap berdirinya Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, Letkol Inf (Purn) Mochammad Idjon Djanbi tetap dianggap “orang asing” buat pemerintah. Asing kendati sudah mengubah kewarganegaraan, menikahi wanita Indonesia, jadi mualaf, serta mengubah namanya dari Rokus Bernardus Visser menjadi M Idjon Djanbi.

Sebelumnya, Idjon Djanbi merupakan perwira instruktur Korps Speciale Troepen (KST) atau Pasukan Khusus Belanda. Dia direkrut Panglima Komando Tentara Teritorium III/Siliwangi (kini Kodam III/Siliwangi) Kolonel Alexander Evert Kawilarang, untuk membentuk satu unit pasukan khusus.

Unit pasukan khusus yang sebelumnya, sempat jadi buah pikiran kolega Kawilarang di operasi penumpasan Republik Maluku Selatan (RMS), Kolonel Ignatius Slamet Rijadi. (Baca: Gagasan Kopassus dari Pertemuan Singkat Slamet Rijadi & Kawilarang)

Idjon Djanbi dipilih karena sudah qualified dalam pendidikan pasukan khusus dan direkrut dengan diberi pangkat mayor. Tapi pada 1956, Mabes Angkatan Darat (Mabesad) melihat celah pergantian komandan Kopassus ke perwira pribumi.

Idjon Djanbi yang sudah “mencium” hal itu, enggan menerima jabatan baru yang bukan lagi di sektor pelatihan komando. Sempat minta pensiun, tapi pada akhirnya “dikaryakan” di perkebunan.

Heru Djanbi, anak kedua Idjon Djanbi atau saat lahir masih bernama Rokus Bernardus Visser, masih terkenang dengan karakter sang ayah yang bisa membedakan kedisiplinan di dunia militer dan bagaimana harus bersikap di lingkungan masyarakat sipil.

Eks instruktur Korps Speciale Troepen (KST) atau Pasukan Khusus Belanda itu, setelah berperan “membidani” Kopassus dan jadi komandan pertamanya, sempat dikaryakan di perkebunan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement