Setelah sekoci terakhir meninggalkan Titanic, ia pergi ke altar buatan dan mulai melafalkan doa Rosario. Sejumlah besar orang kemudian berlutut di sekitarnya sambil berdoa memohon pengampunan. Thomas Byles menyatakan dosa-dosa mereka telah diampuni dan terus bersama mereka sampai akhir.
Pada 15 April 1912 sekira pukul 02.20 waktu setempat, Kapal Titanic tenggelam sepenuhnya setelah terombang-ambing selama 2 jam 40 menit. Sang pastor pemberani, bersama sekira 1.500 orang lainnya, menghilang ditelan Samudera Atlantik.
Para penyintas memberikan penghormatan bagi Pastor Thomas Byles. Pernikahan William Byles dengan istrinya berlangsung tanpa sakramen yang diberikan Thomas. Tetapi, pasangan tersebut tetap memberikan penghormatan. William dan istrinya menghadiri misa requiem (misa arwah) bagi Pastor Thomas Byles. Keduanya lalu pergi ke Roma menemui Paus Pius X yang kemudian memproklamirkan Thomas Byles sebagai martir bagi Gereja Katolik.
Sutradara film Titanic, James Cameron, terinspirasi atas kisah Pastor Thomas Byles. Namanya memang tidak muncul di film, tetapi ada adegan yang menunjukkan aksi Thomas Byles di menit-menit terakhir hidupnya.
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.