Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KISAH: Ishi, Pria yang Merupakan 'Orang Indian Liar' Terakhir di Amerika

Rufki Ade Vinanda , Jurnalis-Sabtu, 29 April 2017 |08:00 WIB
   KISAH: Ishi, Pria yang Merupakan 'Orang Indian Liar' Terakhir di Amerika
Ishi, pria Suku Yahi yang merupakan orang Indian liar terakhir di Amerika. (Foto: The Vintage News)
A
A
A

SUKU Yahi adalah sekelompok penduduk asli Amerika yang menempati wilayah Deer Creek di California. Suku Yahi yang merupakan bagian dari kelompok Suku Indian bernama Yana ini memiliki kepercayaan bahwa semua individu adalah setara dan hidup dengan tanpa otoritas politik pusat.

Terbagi dalam beberapa kelompok, Yahi menggunakan cara berburu untuk mengumpulkan makanan mereka. Suku ini terdiri dari 400 orang dan hidup terisolasi dari dunia luar. Mereka berjuang dengan keras untuk mempertahankan wilayah mereka yang lokasinya dekat dengan California yang penuh dengan ranjau darat.

Suku Yahi adalah korban pertama dari fenomena yang disebut dengan "demam Emas". Di masa itu, lebih dai 300 ribu orang dari seluruh Amerika Serikat datang ke California untuk mencari logam mulia. Suku Yahi menjadi kewalahan dengan gelombang kedatangan para penambang emas di wilayah mereka.

Yahi kemudian berjuang melawan para pendatang itu. Namun pada akhirnya Suku Yahi menderita kekalahan karena kurangnya persenjataan untuk bertempur. Serangkaian pembantaian menurunkan jumlah populasi penduduk Yahi hingga menjadi kurang dari 100 orang saja.

Sungai-sungai mulai dikuasai para penambang dan berkurangnya jumlah rusa di hutan membuat Suku Yahi kehilangan sumber makanan mereka. Bencana kelaparan pun melanda mereka yang masih bertahan. Dalam kurun waktu 15 tahun, orang kulit putih telah melenyapkan nyaris seluruh orang Yahi. Hanya tersisa 16 orang dari mereka yang kemudian bersembunyi di pegunungan selama bertahun-tahun.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement