Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KISAH: Ishi, Pria yang Merupakan 'Orang Indian Liar' Terakhir di Amerika

Rufki Ade Vinanda , Jurnalis-Sabtu, 29 April 2017 |08:00 WIB
   KISAH: Ishi, Pria yang Merupakan 'Orang Indian Liar' Terakhir di Amerika
Ishi, pria Suku Yahi yang merupakan orang Indian liar terakhir di Amerika. (Foto: The Vintage News)
A
A
A

Selama masa persembunyian, tak satupun orang Yahi terlihat di California. Hingga sampai 1911, seorang pria yang merupakan orang Yahi terakhir muncul kembali ke kehidupan masyarakat. Pada 29 Agustus 1911, pria paruh baya itu ditangkap ketika tengah mencari makanan. Ia kemudian terbukti menjadi anggota terakhir suku Yahi.

Pria yang berusia sekira 50 tahunan itu tidak memberitahukan namanya kepada para penangkapnya. Sesuai dengan tradisi Yahi lama, mereka dilarang untuk mengungkapkan nama mereka kepada musuh. Setelah dibebaskan dari tahanan, Yahi dibawa ke University of California di San Francisco, di mana ia tinggal sampai kematiannya.

Pria yang menjadi sensasi itu diberi nama Ishi oleh dua antropolog yaitu Alfred Kroeber dan Thomas Waterman. Ishi memiliki arti sebagai "pria" dalam bahasa Yana, dan seiring berlalunya waktu, pria malang itu menerima nama yang diberikan padanya ini.

Ishi berhasil selamat dari pembataian 40 orang sukunya yang tersisa pada 1865 setelah melarikan diri ke padang gurun bersama beberapa anggota suku. Sekitar 33 anggota suku Yahi berhasil melarikan diri dan setengahnya ditembak mati segera setelahnya. Ishi tetap bersembunyi selama 44 tahun sampai sekelompok surveyor atau pengukur tanah menemukan tempat persembunyiannya pada 1908.

Ishi dan semua kerabatnya berhasil melarikan diri, kecuali ibunya yang tengah sakit. Ketika Ishi kembali ke perkemahan, ia hanya menemukan ibunya yang telah meninggal. Kerabat lainnya tak pernah kembali, jadi ia tinggal sendiri dan menghabiskan tiga tahun berikutnya untuk berkeliaran di hutan mencari makanan. Pada 1911, pria yang putus asa dan kelaparan itu akhirnya menunjukkan dirinya ke dunia modern.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement