Share

Demi Dampingi Presiden Korsel Moon Jae-in, Ibu Negara Kim Jung-sook Korbankan Cita-Cita sebagai Pianis

Rufki Ade Vinanda, Okezone · Rabu 10 Mei 2017 09:35 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 10 18 1687586 demi-dampingi-presiden-korsel-moon-jae-in-ibu-negara-kim-jung-sook-korbankan-cita-cita-sebagai-pianis-xpGwhvxD8t.jpg Presiden terpilih Korsel dari Partai Demokrat Liberal, Moon Jae-in dan istri, Kim Jung-sook. (Foto: Yonhap)

SEOUL - Kandidat dari Partai Demokratik Liberal, Moon Jae-in resmi memenangkan pemilu dan akan segera didaulat sebagai Presiden Korea Selatan (Korsel). Di balik kesuksesannya tersebut, ternyata terdapat sosok yang selalu mendukung pria berusia 64 tahun itu yaitu perempuan bernama Kim Jung-sook.

Perempuan berusia 62 tahun itu adalah istri dari Moon Jae-in yang secara otomatis akan menjadi ibu negara menyusul kemenangan suaminya. Kim selama 40 tahun dengan setia mendampingi karir politik Moon yang bergejolak mulai dari menjadi seorang aktivis di masa kuliah, pengacara pembela hak asasi manusia (HAM), pembantu presiden dan tokoh oposisi.

Sebagaimana dinukil dari Yonhap, Rabu (10/5/2017), Moon Jae-in dan Kim Jung-sook pertama kali bertemu ketika mereka menjadi mahasiswa dari Universitas Kyunghee pada 1970-an. Saat itu, Moon merupakan mahasiswa jurusan Hukum. Sementara Kim adalah mahasiswi jurusan Musik. Mereka berkenalan melalui jasa seorang senior yang mempertemukan keduanya dan menyebut Moon sebagai seorang pria yang mirip dengan seorang aktor Prancis bernama Alain Delon.

An undated file photo shows Mr Moon, then a college student, with his wife Kim Jung-sook

ย Moon Jae-in dan Kim Jung-sook saat masih menjadi Mahasiswa Kyunghee University. (Foto: EPA)

Hubungan Kim dan Moon menjadi semakin dalam setelah Kim merawat luka Moon yang terkena gas air mata ketika tengah berdemonstrasi. Kala itu, Moon tengah mengikuti demo memprotes peraturan otoriter Presiden Park Chung-hee yang merupakan ayah dari Mantan Presiden Park Geun-hye.

Moon Jae-in sempat dijebloskan ke penjara akibat protes anti-pemerintahnya tersebut dan kemudian dipaksa untuk menjalani wajib militer. Kim yang saat itu memiliki cita-cita menjadi seorang pianis, rela berhenti mengejar impiannya ketika menikah dengan Moon.

Kepribadian Kim yang ceria sangat cocok mendampingi karakter presiden terpilih yang disebut-sebut relatif kasar. Selama kampanye, Kim memainkan peran kunci dalam melembutkan citra sang suami dan memperluas dukungan, terutama di Provinsi Jeolla yang ia kunjungi hampir setiap minggu di tengah kekhawatiran tentang sentimen negatif terhadap Moon. (rav)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini