Begini Alur Roti Kedaluwarsa Hingga Jadi Camilan di Surabaya

Syaiful Islam, Okezone · Jum'at 19 Mei 2017 05:20 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 19 519 1694713 begini-alur-roti-kedaluarsa-hingga-jadi-camilan-di-surabaya-UQAIHqPbYB.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

SURABAYA - Satgas Pangan Satreskrim Polrestabes Surabaya menggerebek sebuah gudang di Jalan Bulak Banteng Madya Gang 14 nomor 13, Surabaya, Kamis (18/5/2017).

Gudang tersebut dijadikan tempat penyimpanan roti yang sudah kedaluarsa, lalu diolah menjadi tepung. Selanjutnya tepung dari hasil roti kedaluarsa dijadikan bahan camilan atau makanan ringan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas menyebutkan, ratusan karung roti tersebut dipasok dari pabrik roti yang ada di Situbondo. Tetapi, Marwiyah membeli dari agen yang ada di Pasuruan.

“Ketika roti sampai di gudang, lalu ratusan karung roti dibongkar dan dipilah menjadi dua bagian. Roti yang sudah jamuran dipisah dengan roti yang tidak jamuran. Selanjutnya sama-sama dikeringkan,” terang Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Bayu Indra Wiguna, Kamis (18/5/2017).

Selanjutnya roti-roti itu digiling hingga menjadi tepung. Kemudian Marwiyah menjual tepung itu pada Maysaroh dengan harga Rp 2.500 per kilogram. Lalu Maysaroh menjual kembali tepung itu pada pengusaha makanan camilan yakni Budiono.

Maysaroh menjual tepung hasil olahan roti kedaluarsa ini pada Budiono dengan harga Rp 4.500 per kilogram. Sehingga Maysaroh mengantongi keuntungan Rp 2.000 per kilogram. Setelah itu, Budiono mengolah tepung menjadi camilan Sumpia.

“Usai jadi camilan sumpia, Budiono menjual sumpia dengan harga Rp 90 ribu per lima kilogram. Sumpia dipasarkan di Surabaya dan luar Surabaya. Dalam kasus ini, kami mengamankan sejumlah BB seperti roti basah, roti kering dan tepung. Kami juga menyegel gudang,” tukasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini