nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BBPOM Padang Sinyalir Ada 4,2 Ton Mi Instan Kedaluwarsa Diperjualbelikan

Rus Akbar, Jurnalis · Selasa 05 Desember 2017 14:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 05 340 1825410 bbpom-padang-sinyalir-ada-4-2-ton-mi-instan-kedaluwarsa-diperjualbelikan-Aw4WaZqcJY.jpg Mi Instan Kedaluwarsa diduga diperjualbelikan (Foto: Rus Akbar)

PADANG - Sebanyak 4,2 ton mi instan kedaluwarsa disinyalir diperjualbelikan ke luar Kota Padang. Mi instan kedaluwarsa itu berawal dari temuan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang dan Ditresnarkoba Polda Sumbar dalam sebuah Gudang PT PDR di Jalan By Pass, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) 

Dari jumlah yang diamankan itu terdiri dari 134 dus mi instan dan 385 bungkus mi instan. Selain itu, petugas mengamankan 213 karung mi instan kapasitas 20 kilogram kemarin.

“Saat ini, kita sudah mengamankan dan menyita produk tersebut agar tidak beredar di kalangan masyarakat,” kata Kepala BBPOM Padang, Suhendri, Selasa (5/12/2017).

Menurut Suhendri, masih dilakukan penyidikan apakah akan menjadi tindak pidana atau tidak diputuskan setelah gelar perkara serta investigasi tambahan ke lapangan berupa pengumpulan keterangan saksi, bukti mengedarkan, bukti mengemas ulang dan lainnya.

“Kami akan melakukan pengembangan investigasi lanjut bersama dengan teman-teman dari kepolisian apakah itu Ditresnarkoba atau Ditreskrimsus Polda Sumbar,” ujarnya.

(Baca Juga: Polisi Sita 195 Karung Mi Instan Kadaluwarsa yang Akan Diperdagangkan)

Penyitaan yang dilakukan kemarin itu, sambungnya, tidak menyegel gudangnya tapi mengamankan produknya supaya tidak beredar lagi kepada masyarakat.

“Modus yang dilakukan, mi instan ini dilakukan penghancuran dan membuka kemasan yang sudah rusak memasukkan ke dalam karung kemudian disinyalir dijual ke luar dari informasi yang dapat katanya itu untuk hewan, tapi kita akan melakukan pendalaman kasus ini karena sesuai UU Pangan, barang yang sudah kedaluwarsa tidak boleh dikemas dan diperjualkan,” ujarnya.

BBPOM Padang juga sedang melakukan koordinasi dengan instansi lain karena dicurigai ada perusahan lain yang melakukan hal yang sama baik itu makanan maupun obat-obatan, termasuk pihak kepolisian.

“Ini untuk mengantisipasi apakah barang tersebut dilempar ke Mentawai atau daerah terpencil lainnya,” ujarnya.

Meski sudah ada penyitaan pihak BBPOM Padang tidak melakukan penangkapan kepada pelaku diduga mengedarkan barang kedaluwarsa. BBPOM Padang hanya menyita produk kedaluwarsa agar tidak beredar di tengah masyarakat yang rata-rata sudah sejak 2016 kedaluwarsa.

“Makanya, kita kerjasama dengan pihak kepolisian kalau ini jelas ada jelas unsur pidana yang kita lalui pasti akan kita proses yang jelas tapi yang penting Balai Besar POM Padang melakukan pembatasan gerakan peredaran mi instan kedaluwarsa, saya tidak mau masyarakat Sumbar dirugikan,” pungkasnya.

(Baca Juga: BPOM Temukan 24 Produk Makanan Kedaluwarsa di Kupang)

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini