Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KISAH: Teobert Maler, Profesor Asal Jerman yang Menjadi Penjelajah Situs Peninggalan Suku Maya

Rufki Ade Vinanda , Jurnalis-Minggu, 21 Mei 2017 |08:00 WIB
KISAH: Teobert Maler, Profesor Asal Jerman yang Menjadi Penjelajah Situs Peninggalan Suku Maya
Teoberto Maler dan Situs peninggalan Suku Maya. (Foto: The Vintagenews)
A
A
A

Hari-hari Maler di Palenque dihabiskan untuk mengukur, membuat sketsa, dan memotret situs tersebut. Setelah itu, Maler barulah menyadari bahwa informasi yang ada sebelumnya tentang situs Suku Maya tersebut tidak memadai dan sebagian besar hanya menggambarkan bagian bangunan yang terbatas. Tak hanya Maler, petualang lain juga mengunjungi situs tersebut. Salah satunya yaitu ahli botani Swiss Gustave Bernoulli, yang memiliki ketertarikan yang sama dengan Maler terhadap budaya dan situs Maya.

Pada 1878, Maler kembali ke Paris karena harus menyelesaikan masalah terkait harta ayahnya. Maler kemudian menyewa pengacara untuk menyelesaikan masalah ini, dan ia menghabiskan waktunya untuk memberikan ceramah tentang barang antik yang ditemukan di Meksiko. Di waktu luangnya, Maler memeriksa dan mempelajari semua dokumen yang ia temukan di Mesoamerika.

 

(Foto: The Vintagenews)

Setelah enam tahun berlalu atau tepatnya pada 1884, Maler dengan warisan kecilnya kembali ke Meksiko untuk mengabdikan dirinya mempelajari budaya Maya. Ia diketahui menetap di Kota Ticul, Yucatan. Di rumah barunya ini, ia mendirikan sebuah studio foto kecil dan mempelajari bahasa Maya. Namun, karena ia masih ingin menemukan lebih banyak hal tentang Suku Maya, Maler banyak menghabiskan waktunya untuk menjelajahi hutan.

Maler lalu mengunjungi situs Uxmal dan Chichen Itza yang kemudian ia tinggali selama tiga bulan untuk mendokumentasikan reruntuhan itu. Tidak pernah ada penjelajah lain yang melakukan hal tersebut dan Maler pun menjadi yang pertama yang berhasil mencatat banyak situs Maya kuno. Selama tahun-tahun berikutnya, ia mengeksplorasilokasi-lokasi di wilayah El Peten di Guatemala dan sepanjang Sungai Usumacinta.

Di tengah penjelajahannya, Maler merasa kecewa dengan perilaku para penjelajah dan arkeolog abad 19 yang akan menghapus patung dan karya arsitektur dari situs asli mereka kemudian membawanya ke Eropa dan Amerika Utara. Ia lalu kerap mencatat kerusakan yang terjadi. Maler mendedikasikan dirinya untuk menulis surat kepada pemerintah Meksiko tentang perubahan dalam pendekatan hukum terhadap masalah ini. Ia juga merinci topik ini secara lebih luas (Pandangannya terkait penjelajah agar tidak merusak situs).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement