Sejumlah kantor dan instansi pemerintah RI direbut. Termasuk Kantor Penghubung Tentara Republik Indonesia (TRI, kini TNI) di Jalan Cilacap Nomor 5, Jakarta Pusat. Para penghuninya ditangkapi dan dibuang ke Penjara Bukit Duri.
Baru pada 21 Juli Belanda menggelar operasi besar-besaran. Garis demarkasi di Bekasi, diterobos dengan bantun milisi lokal pengkhianat pimpinan H Pandji, HAMOT (Hare Majesteit's Ongeregelde Tropen).
Tidak hanya di Pulau Jawa, Belanda juga mengacak-acak wilayah republik di Sumatera, termasuk Aceh. Awalnya di Aceh, warga hanya dikagetkan datangnya sebuah pesawat Belanda yang terbang rendah demi menyebarkan pamflet.
Pamflet propaganda bahwa pemerintah republik menghalangi kerjasama dan mengorbankan rakyat. Lantas TRI dan elemen-elemen perjuangan lainnya, segera membentuk kubu-kubu pertahanan di pesisir.