Semangat perlawanan meski di bulan puasa, tetap gigih dan ini yang tak disangka Belanda. Mereka mengira karena tengah masuk bulan puasa, perlawanan tentara republik akan melemah.
“Jadikanlah ibadah puasa sebagai jembatan untuk mempertebal iman dan perjuangan,” cetus Residen Aceh dalam ‘Kronik Revolusi Indonesia Jilid III (1947)’ oleh Pramoedya Ananta Toer, Koesalah Soebagyo dan Ediati Kamil.
“Kita selalu digempur dengan cara besar-besaran oleh tentera Belanda. Jangan disangka kita akan lemah dalam menghadapi mereka karena kita sedang berpuasa. Kita kuat menghadapi mereka kapan saja dan di mana saja,” tandasnya.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.