Dia telah menukar buronan Castilla yang tinggal di Portugal dengan tiga bangsawan yang membunuh Ines, meski salah satu dari mereka berhasil lolos. Dua bangsawan yang tertangkap dieksekusi sendiri oleh Pedro dengan cara yang mengerikan.
Dilansir dari Vintage News, Rabu (31/5/2017), Pedro mengoyak jantung mereka hidup-hidup, seorang dari dadanya sedangkan seorang lagi dari punggungnya. Tetapi, kematian mereka tidak mengakhiri pembalasan Pedro.
Dia menggali kembali jasad Ines dari kuburnya di Gereja Santa Clara dan meletakkannya di atas takhta. Pedro kemudian memaksa para bangsawan, pendeta, dan petani untuk membungkuk di depan ratu yang telah meninggal dan mencium tangannya.
Selama memerintah, Pedro dikenal sebagai raja yang memberi keadilan dengan cara paling brutal. Dia juga seringkali melakukan eksekusi dengan tangannya sendiri dibandingkan menyerahkannya kepada para pelayannya.
Tindakannya itulah yang membuatnya mendapatkan dua gelar: Pedro o Justiceiro (Pedro si Adil) dan Pedro o Cruel (Pedro si Kejam).
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.