Salah seorang yang cukup gila atau barangkali bodoh untuk terjun di Niagara adalah Bobby Leach. Pria paruh baya itu kemudian menjadi terkenal setelah keluar hidup-hidup dari aksinya berguling di dalam tong yang diterjunkan ke Niagara.
Peristiwa bersejarah itu terjadi pada 25 Juli 1911. Leach berhasil meraih prestasi yang sama dengan pendahulunya. Meskipun, akibat aksinya tersebut dia harus dirawat inap selama enam bulan di rumah sakit. Hingga menghabiskan sepanjang musim gugur, hidup dengan penyangga lutut dan rahang yang patah.
Pria kelahiran Cornwall 1858 itu berani melakukannya karena dia bekerja sebagai seorang stuntman. Dia berpengalaman tampil di Barnum&Bailey Circus selama bertahun-tahun sebelum akhirnya melakukan perjalanan maut ke Niagara.
Setelah keberhasilan pertamanya, Leach sempat mencobanya beberapa kali. Tetapi tubuhnya tidak sekuat dulu. Dia nyaris meregang nyawa dalam percobaan terakhirnya namun akhirnya selamat karena ditolong oleh seorang anggota regu penyelamat, William Red Hill Senior.
Pada 1926, sekira 15 tahun setelah aksi gilanya di Niagara, Bobby Leach terpeleset kulit jeruk saat tur publisitas di Selandia Baru. Waktu itu, dia sedang berjalan di trotoar dekat apartemennya di Princess Street.
Kaki Leach patah. Sebelum melakukan aksi ekstrem tersebut memang pernah terluka parah. Diduga, selain faktor usia, cedera lamanya juga membuat tubuhnya kesulitan memperbaiki diri. Komplikasi pun tak terhindarkan, kakinya membusuk dan terpaksa diamputasi.
Sejak kehilangan kakinya, kesehatan Leach berangsur-angsur memburuk. Dia meninggal dunia tak lama setelah itu.
Dewasa ini, Amerika Serikat dan Kanada melarang semua orang untuk pergi ke dekat Air Terjun Niagara. Pesona air terjun tersebut memang sudah sering memakan korban.
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.