Libya kabarnya juga pernah dilanda gelombang panas pada 1922. Suhunya terhitung 57,8 derajat celcius. Akan tetapi, datanya dikabarkan tidak valid karena alat pengukuran yang dipakai sudah tua dan pengamatnya tidak berpengalaman.
Lagipula, perlu diketahui kalau Timur Tengah mengenal yang namanya semburan panas. Fenomena cuaca itu umumnya terjadi pada malam hari. Selama semburan panas, suhunya bisa melonjak drastis dalam waktu singkat, sebagian karena embusan angin.
Rakyat Iran juga pernah diterpa suhu panas pada 1967. Tercatat suhunya sebesar 86,7 derajat celcius. Namun sekali lagi, karena ada fenomena semburan panas pada malam hari itu, rekor ini tidak bisa dipastikan. Sebab umumnya semburat panas memang jauh lebih tinggi dari suhu resminya.
Jadi, jika dibandingkan semua rekor gelombang panas yang ada, pantas saja jika warga Shanghai menganggap diri mereka beruntung.
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.