BEIJING – China menggelar parade kekuatan militer yang belum pernah ditampilkan sebelumnya di markas latihan terbesarnya di Mongolia untuk memperingati Hari Jadi ke-90 Tentara Pembebasan Rakyat (TPR). Parade yang menampilkan 12 ribu personel militer dan persenjataan termutakhir China itu diinspeksi secara langsung oleh presiden sekaligus panglima tertinggi TPR, Xi Jinping.
Ini pertama kalinya Negeri Tirai Bambu memperingati Hari Angkatan Bersenjata yang jatuh pada 1 Agustus dengan parade militer. Berbeda dengan parade-parade militer sebelumnya yang digelar di Lapangan Tiananmen, Beijing, parade kali ini digelar di Markas Latihan Taktik Gabungan Zhurihe, sekira 400 kilometer barat daya Beijing.
Lebih dari 100 unit pesawat dan 600 jenis persenjataan dipamerkan dalam kesempatan tersebut, termasuk pesawat tempur siluman J-20, pengebom H-6K dan rudal balistik antar benua bergerak terbaru DF-31AG.
Dengan mengenakan seragam dan topi militer, Xi Jinping memeriksa barisan tentara, tank, peluncur rudal, dan kendaraan tempur lainnya. Ini adalah pertama kalinya seorang pemimpin China mengenakan seragam seperti itu dalam sebuah parade militer.
"Hari ini, kita lebih dekat ke tujuan peremajaan besar bangsa China daripada masa lain dalam sejarah, dan kita perlu membangun militer rakyat yang kuat lebih daripada di masa-masa lain dalam sejarah," kata Xi sebagaimana dikutip Reuters, Minggu (30/7/2017).
China adalah negara dengan personel militer terbesar di dunia dengan 2,35 juta personel aktif dan 2,3 juta personel cadangan. Di bawah pimpinan Xi, militer China melakukan reformasi menjadi lebih ramping dan berfokus pada penggunaan teknologi dan persenjataan dan tidak terlalu bergantung pada jumlah tentaranya yang luar biasa besar.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.