"Setelah ampli dicek sama dengan yang ada di musala," sambungnya.
Mengetahui hal itu, lanjut Argo, warga yang sudah tersulut emosi tanpa dikomandoi langsung memukuli korban bertubi-tubi hingga wajah korban tak berbentuk lagi, hingga akhirnya terjadi pembakaran hingga korban tewas.
"Karena dengan spontan mereka melakukan penganiayaan," jelasnya.
Sekadar diketahui, penyidik Polres Metro Bekasi sudah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus pengeroyokan dan pembakaran itu, yakni NMH dan SH. Mereka diduga melakukan penendangan ke perut dan punggung korban.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.