DINASTI Xia secara tradisional dianggap sebagai dinasti pertama di China. Dinasti ini dibangun oleh Yu yang Hebat pada akhir milenium ketiga sebelum masehi (SM) atau sekira 2070 SM dan bertahan hingga pertengahan milenium berikutnya.
Meski terdapat informasi mengenai dinasti ini dalam naskah-naskah kuno China, tidak adanya bukti arkeologi membuat ahli sejarah meragukan Dinasti Xia pernah benar-benar ada. Karena itulah Dinasti Xia seringkali dipandang sebagai sebuah mitos belaka.
Berdasarkan catatan sejarah China kuno, peradaban Tiongkok dibangun oleh Tiga Penguasa dan Lima Kaisar yang diyakini telah membagikan berbagai pengetahuan dan keterampilan penting bagi bangsa China. Para penguasa legendaris ini adalah pendahulu dari Dinasti Xia yang dibangun oleh Yu yang Hebat.
Kisah dibangunnya Dinasti Xia dapat ditarik sampai masa pemerintahan Kaisar Yao, kaisar kedua sebelum terakhir dari Lima Kaisar. Pada masa pemerintahannya, Yao kesulitan untuk mengendalikan banjir dari Sungai Kuning yang menjadi masalah serius. Banjir itu berdampak pada pertanian dan juga membahayakan nyawa rakyatnya.
Karena itulah, Yao kemudian menunjuk seorang pria bernama Gun untuk mengatasi masalah ini. Selama sembilan tahun, Gun berusaha untuk menghentikan banjir besar tersebut tanpa membuahkan hasil.
Gun telah mencoba membangun serangkaian tanggul untuk mencoba membendung datangnya banjir, tetapi lagi-lagi gagal. Kegagalan itu membuat kaisar yang baru, Kaisar Shun kurang senang.
Dikisahkan, karena kegagalan ini, Gun melakukan bunuh diri dan putranya, Yu ditunjuk untuk melanjutkan pekerjaan ayahnya. Yu segera menyadari bahwa dia tidak bisa menyelesaikan masalah ini sendirian dan perlu menggunakan metode yang tidak melawan kekuatan air itu sendiri.