Dengan berbekal pengetahuan tersebut, Yu kemudian meminta bantuan dari suku-suku setempat untuk membangun sebuah kanal. Pekerjaan ini membutuhkan waktu selama 13 tahun sampai akhirnya selesai.
Kaisar Shun merasa puas dengan hasil kerja Yu dan menjadikannya panglima angkatan bersenjata. Dia dikirim untuk memimpin kampanye militer melawan suku Sanmiao yang bermusuhan. Keberhasilan Yu dalam operasi itu semakin membuat kaisat terkesan dan menjadikan Yu sebagai pewaris takhta.
Naiknya Yu ke atas tahkta China mengawali berdirinya Dinasti Xia. Dia memerintah selama 45 tahun sebelum digantikan oleh putranya Qi. Semula Yu ingin menunjuk salah seorang menterinya untuk menjadi penerusnya, tetapi Qi ternyata ingin menjadi kaisar dan Yu pun mengabulkan permintaannya.
Dengan melakukan hal tersebut, Yu memulai sebuah pemerintahan politik berdasarkan keturunan di Kekaisaran China. KeturunanYu terus memerintah China sampai 1600 SM. Kaisar terakhir Dinasti Xia adalah Kaisar Jie yang memerintah secara sewenang-wenang. Akibatnya dia digulingkan oleh Tang, yang kemudian membangun Dinasti Tang.
Kurangnya bukti arkeologi terkait Dinasti Xia membuat banyak orang untuk percaya bahwa dinasti itu sebenarnya tidak ada, dan hanyalah mitos belaka. Namun, bukti arkeologi yang baru-baru ini ditemukan mengungkapkan bahwa kemungkinan ada kebenaran di balik mitos Dinasti Xia.
Berdasarkan studi yang dilakukan ahli Geologi dari Universitas Qinghai pada 2016 banjir besar tersebut memang pernah terjadi pada sekira 1920 SM. Penemuan ini setidaknya menunjukkan bahwa kisah legenda terkait Yu mungkin didasarai dari sebuah karya faktual dan bukan karya seni belaka.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.