"Para petani harus lebih waspada. Kami melihat pencurian dalam skala komersial. Kami melihat ribuan dolar buah yang dicuri dalam satu pukulan dan kehidupan orang lain semakin hancur... kasus ini bukan sekadar mencuri beberapa jeruk dari pohon tetangga Anda, kami menganggapnya sangat serius, " tegas Sersan Trevor Brown, dilansir dari The Telegraph, Senin (22/8/2017).
Sebenarnya para pencuri bisa saja ditangkap ketika mereka menjajakan hasil curiannya itu di pinggir jalan atau toko-toko kecil. Namun setelah banyak pencuri tertangkap tengah menjual buah curian tersebut, akhirnya pencuri lainnya memutuskan menjual hasil jarahannya itu lewat Facebook.
"Dari perspektif positif, para penjahat mungkin beralih ke media sosial karena apabila berkendara ke kios di sisi jalan dan menjual sekotak alpukat seharga 50 dolar akan lebih sulit pada musim ini," jelas CEO New Zealand Avocado, Jen Scoular.
Untuk menanggulangi kasus pencurian alpukat ini agar tidak makin melebar, polisi juga melakukan patroli di toko buah-buahan dan memastikan tidak ada pasar gelap tempat berjualan alpukat curian.
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.