Image

Heboh! Batu Mirip Kemaluan Pria Ditemukan di Sumbar, Begini Wujudnya

Rus Akbar, Jurnalis · Selasa, 22 Agustus 2017 - 15:36 WIB
Batu mirip penis ditemukan warga di Tanah Datar, Sumatera Barat (Istimewa) Batu mirip penis ditemukan warga di Tanah Datar, Sumatera Barat (Istimewa)

PADANG - Warga Jorong Balai Tabuah, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, mendadak heboh dengan penemuan batu mirip alat kelamin laki-laki. Batu sepanjang 1,5 meter dengan diameter 60 sentimeter itu pun diserbu masyarakat yang penasaran.

Batu unik itu mulanya ditemukan di area pemakaman tanah ulayat Ateh Puwun pada 17 Agustus 2017. Informasi temuannya menyebar cepat. Berbondong-bondonglah warga ke lokasi melihat ‘batu perkasa’ itu.

Seorang warga Jorong Balai Tabuah, Zulnasti (50) mengatakan, batu itu awalnya ditemukan dalam posisi rebah. “Awalnya ada warga yang meninggal kemudian dikuburkan di lokasi tersebut, lalu ada seorang warga melihat batu itu kemudian diamati, lalu ditegakkan karena tidak bisa makanya bersama-sama mendirikan batu yang sudah rebah,” katanya kepada Okezone, Selasa (22/8/2017).

Begitu ditegakkan dengan tali, di situlah terlihat unik; batu itu terlihat menyerupai penis. "Ada sekitar 20-an orang kami menegakkan batu ini. Awalnya kami sudah coba mengangkat dengan beberapa orang, ternyata-ternyata tidak sanggup karena batu sangat berat. Kami perkirakan batu ini beratnya mencapai satu ton," ujar Zulnasti.

Setelah tegak berdiri, batu itu pun tanam warga dengan dengan kedalaman sekitar 40 sentimeter. “Lalu diganjal dengan batu-batu kecil di dalamnya,” tutur Zulnasti.

Temuan batu itu langsung menyebar di media sosial hingga viral dan mengundang reaksi beragam warganet.

Informasi yang diperoleh dari warga menyebutkan bahwa batu itu sudah berusia ratusan tahun. Diduga sebagai batu menhir atau pusara zaman awal menyebarnya Islam. Dugaan ini karena batu tersebut ditemukan di areal kuburan.

Tokoh masyarakat Nagari Tanjung, Faze Andrif mengatakan, batu tersebut dipahat oleh seorang pria leluhur suku Tanjuang. Pahatan berbentuk alat kelamin laki-laki menyimbulkan keperkasaan seorang lelaki.

"Nagari Tanjuang termasuk nagari ketiga tertua di Minangkabau, setelah Pariangan dan Limo Kaum. Karena itu, saat ini cukup banyak benda-benda peninggalan bersejarah ditemukan di sini," ungkapnya.

Keberadaan batu tersebut, kata Faze, tidak dijadikan tempat mistik karena tidak ada khasiatnya, cukup sebagai objek wisata saja. "Kita tidak ingin keberadaan batu ini menimbulkan perbuatan syirik bagi warga. Batu ini sama seperti batu lainnya, hanya saja bentuknya unik dan berbeda,” pungkasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming