JAKARTA – Sebagai respons atas memanasnya situasi di Semenanjung Rusia, militer Amerika Serikat (AS) menggandeng militer Korea Selatan (Korsel) dalam sebuah latihan bersama. Kebijakan ini tidak disambut positif oleh semua pihak.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin mengkritik pelaksanaan latihan perang gabungan yang digelar militer AS dan Korsel di Semenanjung Korea. Galuzin menilai latihan gabungan itu sebagai sebuah tindakan provokatif yang berpotensi menyebabkan ketidakstabilan di kawasan.
"Kami sangat kritis terhadap kebijakan AS dan sekutu regionalnya yang jelas-jelas menggunakan aktivitas rudal dan nuklir Korut untuk melakukan meningkatkan kekuatan militer yang menyebabkan bertambahnya ketidakstabilan di kawasan, termasuk dengan mengadakan latihan militer skala besar di Semenanjung Korea," kata Galuzin dalam pertemuan pers di kediamannya di Jakarta, Rabu (23/8/2017).
Pria berkacamata itu meminta semua pihak untuk menghentikan semua aktivitas militernya di kawasan Semenanjung Korea guna menurunkan ketegangan dan kembali ke meja perundingan. Menurutnya, aktivitas militer apa pun, baik yang dilakukan AS dan sekutunya maupun oleh Korut sama-sama berpotensi meningkatkan ketegangan.
"Pameran kekuatan seperti apa pun, baik dari AS dan sekutunya di kawasan maupun dari Korut, sama berbahayanya untuk meningkatkan ketegangan di kawasan,” tambah Galuzin.