Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Militer AS-Korsel Gelar Latihan Gabungan di Semenanjung Korea, Ini Kata Rusia

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 23 Agustus 2017 |15:07 WIB
Militer AS-Korsel Gelar Latihan Gabungan di Semenanjung Korea, Ini Kata Rusia
Latihan gabungan militer AS dan Korea Selatan. (Foto: The Federalist Papers)
A
A
A

JAKARTA – Sebagai respons atas memanasnya situasi di Semenanjung Rusia, militer Amerika Serikat (AS) menggandeng militer Korea Selatan (Korsel) dalam sebuah latihan bersama. Kebijakan ini tidak disambut positif oleh semua pihak.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin mengkritik pelaksanaan latihan perang gabungan yang digelar militer AS dan Korsel di Semenanjung Korea. Galuzin menilai latihan gabungan itu sebagai sebuah tindakan provokatif yang berpotensi menyebabkan ketidakstabilan di kawasan.

"Kami sangat kritis terhadap kebijakan AS dan sekutu regionalnya yang jelas-jelas menggunakan aktivitas rudal dan nuklir Korut untuk melakukan meningkatkan kekuatan militer yang menyebabkan bertambahnya ketidakstabilan di kawasan, termasuk dengan mengadakan latihan militer skala besar di Semenanjung Korea," kata Galuzin dalam pertemuan pers di kediamannya di Jakarta, Rabu (23/8/2017).

Pria berkacamata itu meminta semua pihak untuk menghentikan semua aktivitas militernya di kawasan Semenanjung Korea guna menurunkan ketegangan dan kembali ke meja perundingan. Menurutnya, aktivitas militer apa pun, baik yang dilakukan AS dan sekutunya maupun oleh Korut sama-sama berpotensi meningkatkan ketegangan.

"Pameran kekuatan seperti apa pun, baik dari AS dan sekutunya di kawasan maupun dari Korut, sama berbahayanya untuk meningkatkan ketegangan di kawasan,” tambah Galuzin.

BACA JUGA: Dubes Rusia: Presiden Putin akan Kunjungi Indonesia untuk Hasilkan Terobosan Besar


Seperti diberitakan sebelumnya, mulai akhir pekan lalu, AS dan Korsel menggelar latihan perang gabungan tahunan di Semenanjung Korea. Latihan gabungan yang bertajuk Pengawal Kebebasan Ulchi itu melibatkan simulasi komputer yang dirancang untuk membiasakan para tentara akan kondisi perang di Semenanjung Korea.

Setidaknya 17.500 anggota aktif militer AS turut ambil bagian dalam latihan yang akan berlangsung sampai 31 Agustus itu. Korut merespons latihan perang gabungan tersebut dengan merilis sebuah video propaganda yang isinya menunjukkan serangan terhadap wilayah AS di Guam.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement