Image

Pasca-Serangan Barcelona, Spanyol Tinjau Kembali Respons Polisi

Emirald Julio, Jurnalis · Kamis, 24 Agustus 2017 - 00:01 WIB
Foto polisi menggiring salah satu tersangka jaringan teroris Barcelona (Foto: Reuters) Foto polisi menggiring salah satu tersangka jaringan teroris Barcelona (Foto: Reuters)

BARCELONA – Otoritas Spanyol disinyalir tengah melakukan peninjauan kembali respons Kepolisian Catalunya saat serangan teror Barcelona terjadi. Pasalnya, muncul laporan yang menyebut Kepolisian Catalunya kehilangan kesempatannya untuk mengungkap rencana serangan tersebut akibat kesalahan proseduran dan kurangnya komunikasi.

Sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis (23/8/2017) sumber dari kepolisian yang ikut dalam peninjauan tersebut mengatakan bahwa kesalahan dan miskomunikasi berpusat di kasus ledakan besar pada 16 Agustus 2017. Diduga yang dimaksud di sini adalah ledakan di Alcanar.

Miskomunikasi ini berfokus terhadap rentan waktu selama beberapa jam ketika ledakan itu terjadi dan Kepolisian Catalunya sama sekali tidak memiliki kecurigaan ini ada hubungannya dengan serangan teroris. Benang merah itu justru baru dihubungkan ketika salah satu anggota jaringan teroris tersebut mengendarai mobil van dan menabrak kerumunan orang di Barcelona hingga menyebabkan 13 orang kehilangan nyawanya.

Sumber yang menolak disebutkan namanya itu juga menegaskan bahwa kesalahan juga terlihat dari Kepolisian Catalunya  karena mereka membutuhkan waktu 10 jam untuk mengirimkan ahli bom ke TKP sehingga menghambat pengungkapan jaringan teroris tersebut.

Sumber lainnya yang ikut dalam penyelidikan tersebut mengklaim bahwa sebagai bagian dari penyelidikan tersebut, polisi akan melihat apakah terdapat adanya kekurangan koordinasi serta pembagian informasi. Kekurangan ini akan dihubungkan terhadap keterlambatan dalam menemukan benang merah antara ledakan tersebut serta gerakan militan.

Namun, ia menambahkan saat ini polisi harus menyelesaikan penyelidikannya sebelum kesimpulan dapat diambil mengenai adanya kemungkinan kesalahan yang terjadi dalam respons Kepolisian Catalunya.

Munculnya kritikan itu memicu pejabat Kepolisian Catalunya angkat bicara. Kepala Kepolisian Catalunya, Josep Lluis Trapero, menyatakan bahwa tidak adil mengkritik pasukannya hanya setelah peristiwa serangan itu terjadi. “Sekarang, dengan semua informasi yang kami miliki, ya, lebih mudah untuk membuat hubungannya, tapi itu ‘koto’ dan menipu orang,” ujar Trapero dalam konferensi pers.

Namun walau muncul kritikan tersebut, otoritas Spanyol dan Catalunya tetap secara terbuka memuji Mossos d’Esquandra (sebutan Kepolisian Catalunya) atas respons mereka terhadap serangan teror yang terjadi.

(emj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming