BOGOR – Bagi sebagian orang memandikan jenazah mungkin jadi hal menakutkan. Tapi tidak dengan Siti Yunengsih alias Umi Enen. Bagi perempuan 48 tahun asal Kampung Babakan, RT 02 RW 01, Desa Banjar Waru, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini, memandikan mayat sudah jadi jalan hidupnya.
Ibu lima anak ini sudah 20 tahun jadi pemandi jenazah. Uniknya, mayoritas jasad yang dimandikannya adalah korban kecelakaan atau bencana. Tak ada rasa takut pada diri Siti berhadapan dengan mayat-mayat yang mengenaskan.
Keahlian memandikan jenazah khususnya korban kecelakaan ataupun bencana didapat Umi Enen dari orangtuanya. Skill itu pun menjadi mata pencahariannya untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.
"Awalnya dulu saya diajak ibu saya belajar memandikan jenazah. Karena dulu ibu saya suka mandiin jenazah di RSUD Ciawi. Lama-lama saya jadi bisa sampai sekarang," tutur Umi Enen kepada Okezone, Rabu (23/8/2017).
Dia bercerita mulanya tidaklah mudah berhadapan dengan berbagai kondisi jenazah. Rasa takut dan sedih selalu menyelimuti. Meski demikian ia memberanikan diri karena yakin memfardu kifayahkan orang meninggal adalah pekerjaan mulia.
"Dulu sih pertama-tama pasti takut terus yang namanya lihat darah enek, tapi enggak muntah. Lama-lama jadi biasa. Umi juga selalu inget pesan Ibu Umi memandikan jenazah itu niatnya harus untuk ibadah kapada Allah SWT," jelasnya.