Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pilgub Sumatera Utara 2018 Diperkirakan Hanya Diikuti 2 Pasangan Calon, Ini Alasannya

Erie Prasetyo , Jurnalis-Jum'at, 25 Agustus 2017 |20:19 WIB
Pilgub Sumatera Utara 2018 Diperkirakan Hanya Diikuti 2 Pasangan Calon, Ini Alasannya
Warga memberi hak suaranya di Pilkada DKI Jakarta (Antara)
A
A
A

MEDAN – Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Utara 2018 diperkirakan hanya diikuti dua pasangan calon, karena partai politik kemungkinan akan membuat koalisi seperti di perpolitikan nasional. Parpol pendukung pemerintah dan di luar pemerintah diprediksi akan membuat dua kubu koalisi.

Pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Taufan Damanik mengatakan, ada kecenderungan jika Pilgub Sumut hanya ada dua paslon. Jika itu terjadi maka pertarungannya diyakini akan sengit dan panas.

Hingga kini baru dua pasangan yang mencuat yakni Tengku Erry-Ngogesa Sitepu yang sudah diputuskan diusung Partai Golkar kemudian bakal didukung PKB dan beberapa partai lainnya. Gerindra sudah menyampaikan akan mencalonkan Gus Irawan Pasaribu. Mereka mungkin akan berkoalisi dengan PKS dan PAN.

“Ada kemungkinan hanya akan muncul dua pasangan calon bila koalisi politik nasional digunakan di dalam Pilkada Sumut. Itu berarti PDIP, Nasdem, PKB, PPP, PKPI dan Hanura akan bergabung ke petahana. Sementara PKS, PAN dan Demokrat akan bersama Gerindra mengusung Gus Irawan dengan bakal calon dari Demokrat atau PKS,” ujar Taufan di Kota Medan, Jumat (25/8/2017).

Menurutnya, Partai Golkar harus bisa meyakinkan Megawati Sukarnoputri jika ingin menarik PDIP dalam koalisinya. “Kompensasi politik tertentu bisa saja ditawarkan sebagai “imbalan” atas dukungan kepada petahana dengan calon wakil Ngogesa Sitepu yang notabene Ketua DPD Golkar Sumut,” tambahnya.

Namun, jika lobi politik itu gagal, maka dimungkinkan muncul satu-dua calon lain dari kubu PDIP maupun Demokrat, bila Gerindra juga kurang berhasil meyakinkan Susilo Bambang Yodhoyono selaku Ketum Partai Demokrat.

“Jika hanya muncul dua calon dari dua kubu yang berseberangan di atas politik nasional, maka pertarungan politik Pilkada 2018 akan sangat dipengaruhi isu politik nasional,” pungkas Taufan.

(Salman Mardira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement