Unjuk Rasa di Depan Parlemen, Aktivis Cantik Ukraina Ini Nekat Telanjang Dada

Emirald Julio, Okezone · Rabu 06 September 2017 23:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 06 18 1770681 unjuk-rasa-di-depan-parlemen-aktivis-cantik-ukraina-ini-nekat-telanjang-dada-3Y0M4IfvAy.jpg Foto aktivis FEMEN di depan gedung Parlemen Ukraina (Foto: Russia Today)

KIEV – Seorang aktivis cantik nekat topless atau tidak menggunakan pakaian ketika ia melakukan unjuk rasanya di depan gedung Parlemen Ukraina. Aktivis itu dilaporkan adalah salah satu anggota kelompok FEMEN.

Sebagaimana dikutip dari Russia Today, Rabu (6/9/2017), perempuan cantik berambut merah yang terlihat menggunakan rok anak sekolah itu terlihat berjalan di depan gedung Parlemen Ukraina dengan santai. Pada tubuh aktivis itu tertulis kata “School of Corruption” yang tersebar di bagian sekitar area dadanya.

BACA JUGA: Kafe di Jepang Ini Layani Pelanggan dengan Pelayan Pria yang Telanjang Dada!

BACA JUGA: Wah! Warga Rusia Ramai-Ramai Pasang Foto Telanjang Dada, Ngapain Sih?

Aktivis yang tidak diketahui namanya itu kemudian memanjat salah satu patung di gedung yang dikenal dengan nama Verkhovna Rada dan membunyikan bel yang dipegangnya. Laman resmi FEMEN menjelaskan, aksi itu dilakukan untuk menunjukkan bagaimana korupnya sistem parlementer Ukraina.

Tidak lama setelah aksi itu menuai perhatian publik, perempuan tanpa baju itu pun ditangkap. Tanpa memberikan perlawanan, ia digiring oleh polisi dan diberikan jaket untuk menutupi tubuhnya.

Ternyata ini bukan aksi pertama dari kelompok FEMEN yang bisa terbilang ekstrem. Pasalnya, kelompok yang beranggotakan para aktivis perempuan itu acap kali menyuarakan perlawanan terhadap kebijakan Pemerintah Ukraina yang dianggap menekan hak kaum hawa di negara tersebut.

BACA JUGA: Nah Lho, Kota Ini Akan Bebaskan Wanita Bertelanjang Dada di Tempat Umum

BACA JUGA: Wah! Puluhan Model Bugil Jadi 'Kanvas Hidup' di Korea Selatan

Russia Today mewartakan, FEMEN didirikan di Ukraina pada 2008 dan mereka terkenal melakukan unjuk rasa terhadap pemerintah serta agama. Namun para anggota kelompok ini sempat lari dari Ukraina pada 2013 akibat kekhawatiran persekusi usai aksi-aksi mereka yang dianggap kontroversial.

Kelompok tersebut saat ini bermarkas di Paris, Prancis, dan memiliki banyak anggota yang tersebar di berbagai negara Barat. Media asing sering menyoroti aksi mereka karena para aktivis ini acap kali nekat melakukan unjuk rasa dalam keadaan topless.

Untuk lengkapnya mengenai video aksi tersebut bisa di-klik pada link ini.

(emj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini